Pemerintah Thailand melalui operator bus negara, Transport Co., meningkatkan kapasitas layanan hingga lebih dari 7.000 perjalanan harian mulai Kamis (9/4/2026) guna menghadapi lonjakan penumpang selama Festival Songkran. Langkah ini mencakup pengerahan armada tambahan dan pembekuan tarif tiket untuk menjamin kelancaran mobilitas wisatawan antar provinsi.
Dilansir dari Detik Travel, Presiden Transport Co., Attawit Rakjamroon, menjelaskan bahwa penyiapan moda transportasi ini merupakan instruksi langsung dari Kementerian Transportasi Thailand. Fokus utama layanan adalah menghubungkan pusat kota Bangkok dengan berbagai wilayah provinsi di seluruh negeri selama masa liburan panjang tersebut.
Manajemen telah menyiapkan total lebih dari 500 kendaraan tambahan yang terdiri dari bus baru, unit operasional internal, serta armada sewaan. Dukungan juga datang dari 6.000 bus layanan bersama dan 1.200 bus non-jadwal kategori 30 guna memastikan tidak ada penumpang yang telantar di terminal.
Berdasarkan proyeksi perusahaan, puncak arus keberangkatan terjadi pada periode 9 hingga 12 April 2026 dengan estimasi 160.000 sampai 180.000 penumpang per hari. Untuk mengakomodasi volume tersebut, frekuensi perjalanan bus ditingkatkan menjadi 7.000 hingga 8.000 kali setiap harinya.
Volume penumpang diprediksi akan mulai melandai pada arus balik tanggal 16 sampai 19 April 2026 dengan perkiraan 120.000 orang per hari. Pada periode ini, jumlah operasional bus akan disesuaikan menjadi sekitar 6.000 perjalanan per hari seiring dengan penurunan permintaan masyarakat.
Selain penambahan armada, aspek keselamatan pengemudi dan kelaikan kendaraan menjadi prioritas utama untuk mencegah kecelakaan di jalan raya. Perusahaan memberikan peringatan keras kepada seluruh staf agar tidak melakukan praktik penarikan tarif di atas ketentuan resmi atau menelantarkan penumpang di tengah jalan.
"Tujuannya adalah untuk mencegah keluhan dan memastikan penumpang mendapat perlakuan yang adil," ujar pihak Transport Co. sebagaimana dikutip dari Nation Thailand melalui Detik Travel.
Pemerintah memastikan tarif tiket tetap stabil pada periode 6 hingga 19 April 2026 dengan memberikan dana kompensasi kepada operator dari Dana Keselamatan Jalan. Namun, penyesuaian tarif berdasarkan harga bahan bakar akan mulai diberlakukan kembali pada 20 April 2026 sesuai ketetapan Dewan Pengendalian Transportasi Darat Pusat.