Sejumlah ibu rumah tangga di Lempuyangan, Yogyakarta, mendapatkan pembekalan keterampilan usaha kuliner dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) melalui pelatihan Perempuan Berdaya pada Jumat (15/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Sandiaga Uno melalui Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Sahabat Sandi ini berlangsung di GadeSpace.
Dilansir dari Investor Daily, sebanyak 43 peserta mempelajari pembuatan produk kuliner populer seperti Fruit Tartlet dan Dubai Cookies. Selain teknik produksi, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini diperkenalkan dengan penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu operasional bisnis digital.
Integrasi teknologi ini difokuskan pada pencarian ide usaha, penyusunan konsep promosi, hingga pembuatan konten pemasaran. Para peserta juga melakukan praktik langsung dengan menciptakan poster promosi produk berdasarkan ide yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan tersebut.
Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk mendorong perempuan pelaku UMKM agar lebih adaptif dan mampu meningkatkan level usahanya.
"Perempuan harus berani mandiri secara ekonomi dan percaya bahwa mereka memiliki kemampuan yang sama untuk mengembangkan usaha," ujar Sandiaga, Jumat (15/5/2026).
Sandiaga menambahkan bahwa peningkatan kapasitas ini bertujuan membangun kemandirian bisnis yang kompetitif dan berkelanjutan di tengah perkembangan zaman. Ia juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya memperluas jaringan relasi bagi para pelaku usaha.
"Peluang rezeki bisa datang dari siapa saja dan dari hubungan baik yang terus dijaga," katanya.
Menurut penilaian Sandiaga, pemberdayaan ekonomi perempuan memiliki korelasi positif terhadap kesejahteraan keluarga dan penciptaan peluang ekonomi baru di lingkungan sekitar.
Implementasi nyata dari pelatihan ini terlihat pada capaian salah satu peserta bernama Emy yang langsung mendapatkan pesanan sebanyak 370 unit produk seharga Rp12.000 per buah. Melalui pesanan tersebut, Emy diproyeksikan meraup pendapatan mencapai Rp4,44 juta.
"Emy menjadi bukti bahwa peluang usaha bisa datang dari mana saja ketika kita mau berjejaring dan terus berusaha," tutup Sandiaga.