AAIBI dan KOSA Teken Kerja Sama Pengembangan AI Lintas Negara

AAIBI dan KOSA Teken Kerja Sama Pengembangan AI Lintas Negara
Foto: Ilustrasi AAIBI dan KOSA Teken Kerja Sama Pengembangan AI Lintas Negara.

Asosiasi Artificial Intelligence Buatan Indonesia (AAIBI) dan Korea AI Software Industry Association (KOSA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Jakarta pada Senin, 12 Mei 2026, guna memperkuat sinergi industri kecerdasan buatan. Kolaborasi strategis ini menyasar pengembangan ekosistem teknologi serta pembukaan peluang kerja sama lintas negara di sektor perangkat lunak.

Sebagaimana dilansir dari Investor Daily, kemitraan tersebut diresmikan oleh Executive Chairman AAIBI, Kim Ho, bersama Chairman KOSA, Joh Joon Hee. Kesepakatan ini dirancang untuk membangun kerangka kerja sistematis dalam memfasilitasi pertukaran pengetahuan serta teknologi antara Indonesia dan Korea Selatan.

KOSA merupakan representasi sektor AI dan perangkat lunak Korea Selatan yang bergerak di bawah payung regulasi nasional, seperti Software Promotion Act. Di sisi lain, AAIBI berperan sebagai motor penggerak pengembangan teknologi serupa di tanah air.

"Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan platform kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan ekosistem teknologi AI, termasuk eksplorasi berbagai peluang kerja sama strategis di masa depan," kata Executive Chairman AAIBI, Kim Ho.

Melalui nota kesepahaman ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk mendorong pertukaran inovasi dan peluang industri guna memperkuat daya saing global. Inisiatif tersebut menjadi fondasi utama dalam meningkatkan hubungan bilateral kedua negara pada bidang teknologi tinggi.

"Sementara AAIBI hadir sebagai wadah pengembangan dan kolaborasi AI di Indonesia," jelas Kim Ho.

Fokus utama dari nota kesepahaman ini mencakup eksplorasi potensi investasi dan percepatan transformasi digital. Kim Ho menegaskan bahwa sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi digital masing-masing negara.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang investasi, inovasi, serta mempercepat transformasi digital di kedua negara," tutup Kim Ho.

Artikel terkait

Rekomendasi