Sejumlah ilmuwan fisika menggelar pesta bertajuk 'Caltech Time Travel Gathering' di Pasadena, California, pada Jumat (29/5/2026) untuk menyambut kedatangan penjelajah waktu. Pertemuan unik ini mengolaborasikan unsur seni dan sains guna menguji konsep perjalanan waktu.
Acara ini diinisiasi oleh futuris Stuart Candy, aktor Kari Coleman, serta fisikawan Spiros Michalakis, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Langkah tersebut diambil setelah eksperimen serupa oleh MIT pada 2005 dan Stephen Hawking pada 2009 mengalami kegagalan.
Para penyelenggara sengaja memilih lokasi di Caltech karena dianggap memiliki kondisi lingkungan yang mendukung dan menjadi tempat strategis jika mesin waktu benar-benar tercipta di masa depan.
"Cuacanya lebih baik di sini. Ditambah, kalau mesin waktu pernah ditemukan, jelas sekali bakal di Caltech," ujar Michalakis, dikutip detikINET dari IFLScience, Jumat (29/5/2026).
Pihak panitia juga telah menaruh undangan fisik ke dalam arsip jangka panjang di Caltech dan Perpustakaan Huntington agar informasi ini terjaga bagi generasi mendatang. Pengunjung dari masa depan wajib membawa benda unik yang belum pernah diciptakan saat ini sebagai bukti identitas mereka.
"Kami telah mengatur agar barang tertentu dibuat dan dalam jumlah terbatas untuk didistribusikan setelah acara selesai. Jika ada yang muncul dengan item ini di acara tersebut, ya..." Michalakis antusias.
Meskipun teori Albert Einstein menyatakan perjalanan ke masa depan bisa dilakukan dengan kecepatan tinggi, perjalanan ke masa lalu secara teoretis masih dianggap mustahil. Kolaborasi ini hadir untuk menantang pemahaman standar manusia mengenai ruang-waktu dan realitas kuantum.
"Pertemuan ini bertujuan tidak hanya untuk mengakui, tetapi untuk secara imajinatif menghuni realitas kuantum kita secara lebih utuh," kata Candy kepada IFLScience.
Hingga saat ini, para ilmuwan memanfaatkan momentum tersebut sebagai sarana untuk menyebarkan cara pandang yang berbeda mengenai konsep waktu kepada masyarakat luas.
"Acara ini dirancang sebagai alat untuk menyebarkan kesadaran yang berbeda akan waktu. Dengan kata lain, ini adalah cara untuk mengubah salah satu eksperimen pemikiran umat manusia yang paling menarik menjadi kenyataan. Jika seseorang bertemu dengan seorang penjelajah waktu, maka jelas kami akan berhasil. Namun jika suatu saat seseorang merasa bahwa mereka mungkin baru saja bertemu dengan seorang penjelajah waktu, kami juga akan berhasil," tandasnya.