BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur 15 Mei 2026 Didominasi Berawan dan Kabut

BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur 15 Mei 2026 Didominasi Berawan dan Kabut
Foto: Ilustrasi BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur 15 Mei 2026 Didominasi Berawan dan Kabut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Jawa Timur pada Jumat, 15 Mei 2026, akan didominasi oleh langit berawan serta fenomena kabut di beberapa titik. Berdasarkan data terbaru, wilayah dataran tinggi seperti Kota Batu diprediksi mengalami penurunan suhu yang signifikan dengan kelembapan udara mencapai level maksimal.

Kondisi cuaca di Jawa Timur pada pertengahan Mei ini menunjukkan variasi yang cukup kontras antara wilayah pesisir dan pegunungan. Masyarakat diminta waspada terhadap jarak pandang yang terbatas, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami udara kabur atau kabut pada pagi dan malam hari.

Kota Batu dan sekitarnya diprediksi akan menjadi wilayah dengan suhu paling rendah di Jawa Timur pada 15 Mei 2026. Menurut data dari BMKG Stasiun Meteorologi Juanda, suhu di wilayah Kecamatan Batu diperkirakan berada pada rentang yang sangat sejuk. Kelembapan udara yang tinggi juga akan konsisten menyelimuti wilayah ini sepanjang hari.

Kondisi udara kabur atau kabut diprediksi akan mendominasi wilayah Junrejo dan Bumiaji. Hal ini penting diperhatikan bagi wisatawan atau pengendara yang melintasi jalur perbukitan karena risiko berkurangnya visibilitas di jalan raya. Berikut adalah rincian prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Batu:

Tabel 1: Prediksi Parameter Cuaca di Wilayah Kota Batu 15 Mei 2026
KecamatanSuhu Minimum (┬░C)Suhu Maksimum (┬░C)Kelembapan Maks (%)Kondisi Dominan
Batu162499Berawan/Kabut
Bumiaji172099Udara Kabur
Junrejo182598Kabut/Asap

Kondisi di Kecamatan Bumiaji perlu mendapatkan perhatian khusus karena meski pada tanggal 15 Mei terpantau berawan, potensi peningkatan cuaca ekstrem seperti hujan petir diprediksi baru akan muncul pada periode berikutnya, yakni 19 Mei mendatang.

Kondisi Cuaca di Bojonegoro dan Wilayah Pantura

Beralih ke wilayah Jawa Timur bagian barat, Kabupaten Bojonegoro diprediksi akan mengalami kondisi cuaca yang lebih dinamis. Berdasarkan data historis dan perbandingan model cuaca dari BPBD Kabupaten Bojonegoro, wilayah ini sering kali mengalami transisi dari berawan ke hujan ringan pada siang hari dengan kecepatan angin yang cukup terasa.

Pada pagi hari pukul 07.00 WIB, Bojonegoro diperkirakan akan berawan dengan kelembapan sekitar 85 persen. Namun, suhu udara dapat meningkat drastis hingga mencapai 32 derajat Celcius pada siang hari. Kecepatan angin di wilayah ini diprediksi berembus dari arah Barat Daya dengan kekuatan yang meningkat saat memasuki periode hujan ringan.

Info Cuaca Surabaya & Jatim hari Jumat, 15 Mei 2026 : Hujan Turun Setelah Beberapa Hari Tidak Hujan | Info BMKG

Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat

Mengingat adanya potensi kabut dan perubahan suhu yang cukup tajam antara siang dan malam hari, BMKG mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tetap menjaga kondisi kesehatan. Penggunaan masker dan pakaian hangat sangat disarankan bagi warga yang beraktivitas di wilayah pegunungan seperti Malang Raya dan sekitarnya.

Selain itu, para nelayan dan pelaku aktivitas kelautan di Laut Jawa bagian timur diharapkan terus memantau pembaruan informasi dari BMKG Maritim. Kondisi gelombang dan kecepatan angin di perairan selatan Jawa Timur juga perlu diwaspadai jika terjadi perubahan tekanan udara secara mendadak.

Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh warga Jawa Timur besok antara lain:

  • Waspadai jarak pandang di wilayah Batu, Bumiayu, dan sekitarnya akibat potensi kabut tebal.
  • Siapkan payung atau jas hujan bagi warga di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya yang berpotensi hujan ringan di sore hari.
  • Pantau suhu udara di Bojonegoro sekarang berapa secara berkala melalui aplikasi resmi guna mengantisipasi panas terik siang hari.
  • Pastikan kondisi kendaraan, terutama lampu kabut, berfungsi dengan baik saat melintasi jalur dataran tinggi.

Secara keseluruhan, wilayah Jawa Timur masih dalam fase peralihan cuaca yang menuntut kewaspadaan terhadap fenomena atmosfer lokal. Hingga saat ini, BMKG terus melakukan pemantauan radar untuk memberikan informasi peringatan dini jika terdeteksi adanya pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem secara tiba-tiba di wilayah tertentu.

Artikel terkait

Rekomendasi