Rupiah Tembus Rp17.900 Saat Libur Iduladha 2026, Begini Respons Resmi BI

Rupiah Tembus Rp17.900 Saat Libur Iduladha 2026, Begini Respons Resmi BI
Foto: Rupiah Tembus Rp17.900 Saat Libur Iduladha 2026, Begini Respons Resmi BI. (Illustration by Pexels)

Nilai tukar rupiah mengalami tekanan cukup berat hingga sempat menyentuh angka Rp17.949 per dolar AS. Gejolak ini terjadi bertepatan dengan masa libur panjang dan cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah.

Bank Indonesia (BI) segera memberikan tanggapan resmi mengenai kondisi tersebut. Menurut otoritas moneter, pelemahan ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan kebutuhan internal yang melonjak.

Penyebab Utama Pelemahan Rupiah

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa ketidakpastian global masih menjadi faktor utama. Konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan mata uang dunia, termasuk rupiah.

Selain sentimen global, kondisi di dalam negeri juga ikut memengaruhi stabilitas nilai tukar. Terdapat peningkatan kebutuhan valuta asing (valas) secara musiman di pasar domestik yang tidak sebanding dengan arus masuk dolar.

Faktor pemicu meningkatnya permintaan dolar AS di dalam negeri meliputi:

  • Kebutuhan perusahaan untuk melakukan pembayaran utang luar negeri (ULN).
  • Proses repatriasi dividen atau pengiriman keuntungan ke luar negeri oleh investor asing.
  • Terbatasnya pasokan dolar AS yang masuk ke Indonesia dalam periode tersebut.

Kombinasi antara tekanan geopolitik dan jadwal rutin pembayaran kewajiban valas membuat posisi rupiah semakin tersudut terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Langkah Strategis Bank Indonesia

Menanggapi situasi ini, BI menegaskan komitmennya untuk selalu berada di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar. Ramdan menyebutkan bahwa intervensi akan dilakukan secara konsisten dan terukur di berbagai lini perdagangan valas.

BI mengoptimalkan berbagai instrumen untuk meredam volatilitas, baik melalui pasar domestik maupun mancanegara. Langkah ini mencakup transaksi spot hingga Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Beberapa instrumen intervensi yang dijalankan oleh Bank Indonesia adalah:

  • Transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore untuk mengelola ekspektasi global.
  • Transaksi spot dan DNDF di pasar domestik untuk menjaga ketersediaan likuiditas.
  • Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara aktif.
  • Penguatan struktur suku bunga instrumen moneter yang bersifat pro-market untuk menarik modal asing.

Melalui strategi ini, BI berharap aset keuangan dalam negeri tetap memiliki daya tarik bagi investor global sehingga arus modal masuk (capital inflow) dapat kembali meningkat.

Aturan Baru dan Pengawasan Ketat

Bank Indonesia juga mengambil kebijakan tegas untuk mengendalikan permintaan dolar AS dari sisi pembatasan tunai. Mulai Juni 2026, BI menetapkan batas maksimal pembelian valas terhadap rupiah tanpa dokumen pendukung (underlying) sebesar US$25 ribu per pelaku tiap bulannya.

Langkah preventif ini bertujuan untuk meminimalkan aksi spekulasi yang dapat memperburuk nilai tukar. BI juga meningkatkan koordinasi dengan berbagai otoritas keuangan untuk memantau aktivitas pasar lebih ketat.

Fokus pengawasan BI terhadap aktivitas transaksi valuta asing:

  • Memperketat pantauan terhadap perbankan yang memiliki volume transaksi dolar tinggi.
  • Mengawasi korporasi dengan intensitas pembelian valas yang luar biasa.
  • Melakukan mitigasi risiko terhadap perkembangan pasar keuangan global dan domestik.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan pasar terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian yang ada.

Data Pergerakan Kurs Terkini

Berdasarkan data dari platform Investing pada Kamis (28/5), fluktuasi nilai tukar memang berada di level yang tinggi. Kurs dolar AS bergerak pada rentang Rp17.772 hingga puncaknya di angka Rp17.995.

Data Google Finance juga sempat mencatat angka Rp17.904 pada jam-jam awal perdagangan sebelum akhirnya sedikit melandai. Berikut adalah ringkasan data perdagangan terakhir yang dihimpun dari berbagai sumber.

Ringkasan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS:

Indikator Pergerakan Nilai / Data
Level Tertinggi (High) Rp17.995
Posisi Penutupan (Jumat Sore) Rp17.880
Persentase Pelemahan 0,20 Persen
Selisih Poin Penurunan 35 Poin

Meski sempat menyentuh level yang mengkhawatirkan, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (29/5) berakhir di level Rp17.880 per dolar AS. BI memastikan akan terus mencermati dinamika pasar secara intensif.

Artikel terkait

Rekomendasi