IHSG Longsor Nyaris 34 Persen Sepanjang 2026, Kini Terkapar di Level 5.700

IHSG Longsor Nyaris 34 Persen Sepanjang 2026, Kini Terkapar di Level 5.700
Foto: IHSG Longsor Nyaris 34 Persen Sepanjang 2026, Kini Terkapar di Level 5.700. (Illustration by Pexels)

Kondisi pasar modal Indonesia tengah mengalami tekanan hebat sepanjang tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan merosot tajam hingga mendekati angka 34 persen sejak awal tahun.

Pada perdagangan Kamis (4/6) siang, indeks kembali terkoreksi dalam sebesar 3,15 persen atau turun 187,08 poin. Hal ini membuat posisi IHSG kini terdampar di level 5.753.

Rapor Merah IHSG Sepanjang Tahun 2026

Data dari TradingView menunjukkan bahwa IHSG telah anjlok sekitar 33,97 persen secara year to date (ytd). Tren negatif ini tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat.

Dalam kurun waktu satu pekan terakhir saja, indeks saham domestik sudah melorot hingga 7,61 persen. Jika ditarik lebih jauh, pelemahan dalam satu bulan terakhir bahkan telah mencapai 17,78 persen.

Berikut adalah rincian data performa IHSG dalam berbagai periode waktu :

  • Periode Satu Pekan: Mengalami penurunan sebesar 7,61 persen.
  • Periode Satu Bulan: Tercatat melemah hingga 17,78 persen.
  • Periode Tiga Bulan: Menunjukkan koreksi tajam sebesar 25,58 persen.
  • Sejak Awal Tahun (YTD): Total penurunan mencapai angka 33,97 persen.

Data di atas menggambarkan betapa besarnya tekanan jual yang terjadi di bursa saham domestik selama beberapa bulan terakhir. Investor cenderung menahan diri atau melakukan aksi lepas saham di tengah ketidakpastian pasar.

Dominasi Saham di Zona Merah

Sentimen negatif pasar terlihat sangat jelas dari pergerakan harga mayoritas saham di lantai bursa. Berdasarkan data RTI Business, sebanyak 687 emiten tercatat mengalami pelemahan harga pada hari ini.

Hanya ada 61 saham yang mampu menguat dan 59 saham lainnya bergerak stagnan. Kondisi ini mencerminkan minimnya gairah beli dari para pelaku pasar modal.

Meskipun indeks melemah, nilai transaksi perdagangan tetap cukup aktif dengan mencatatkan angka Rp12,38 triliun. Total volume perdagangan mencapai 22,24 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,34 juta kali.

Saat ini, total kapitalisasi pasar modal Indonesia berada di angka Rp10.141 triliun. Angka ini terus menyusut seiring dengan penurunan harga saham-saham berkapitalisasi besar.

Analisis dan Prediksi Pergerakan Pasar

Tekanan terhadap IHSG ini terjadi beriringan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Mata uang Garuda sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada hari yang sama.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai bahwa fase penurunan indeks saat ini kemungkinan besar belum berakhir. Ia memperkirakan IHSG masih akan bergerak cenderung menurun dalam jangka pendek.

Simak proyeksi level krusial IHSG menurut analisis teknikal terbaru :

Kategori Posisi Target Level
Support Terdekat 5.899 dan 5.755
Resistance Terdekat 6.111 dan 6.286
Target Koreksi Lanjutan 5.673

Tabel ini menyajikan titik-titik penting yang perlu dipantau investor untuk menentukan langkah investasi selanjutnya. Level support merupakan batas bawah yang diharapkan dapat menahan penurunan lebih lanjut.

Senada dengan hal tersebut, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas memperkirakan penurunan bisa berlanjut ke level 5.673. Menurutnya, potensi pembalikan arah atau rebound baru akan terlihat jika indeks mampu bertahan di atas level tersebut.

Hingga saat ini, pelaku pasar tetap disarankan untuk waspada mengingat fluktuasi ekonomi global yang masih sangat tinggi. Fokus pada manajemen risiko menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi pasar yang sedang tertekan.

Artikel terkait

Rekomendasi