Program revitalisasi sekolah telah menyentuh wilayah Papua Barat Daya, menghadirkan sekolah yang lebih nyaman bagi sekitar 160 ribu murid. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan revitalisasi ini yang mencakup pembaruan ruang kelas, toilet, perpustakaan, dan ruang kepala sekolah. Papua Barat Daya diketahui memiliki lebih dari 1.200 sekolah dan 10 ribu guru tersebar di lebih dari 900 kampung, menantang pemerintah untuk memastikan akses pendidikan yang merata.
Menteri Mu'ti menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang tak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga memfasilitasi integrasi sosial. "Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak kita, cerminan dari Indonesia yang beragam," ujarnya dalam sebuah pernyataan. Program revitalisasi tahun 2026 akan fokus pada sekolah terdampak bencana dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan kerusakan berat. Diharapkan program ini akan berlanjut hingga seluruh sekolah di pelosok dapat diperbaiki.
Daftar Penerima Bantuan Revitalisasi Sekolah di Papua Barat:Pada tahun 2025, sejumlah 27 sekolah di Kota dan Kabupaten Sorong menerima bantuan untuk memperbaiki sarana prasarana. Kota Sorong mendapatkan bantuan sebesar Rp 4,9 miliar untuk 12 sekolah, sementara di Kabupaten Sorong, 15 sekolah menerima bantuan senilai Rp 22 miliar. Tahun berikutnya, sebanyak 39 sekolah akan mendapatkan bantuan, termasuk 5 sekolah di Kota Sorong dengan total anggaran Rp 3,6 miliar, dan 34 sekolah di Kabupaten Sorong dengan anggaran Rp 16,5 miliar.
Sekolah di Kota dan Kabupaten Sorong
- SMK Negeri 1 Kota Sorong: Kepala AHP Ompusunggu menyampaikan bahwa sekolahnya telah menerima fasilitas baru berupa toilet dan perpustakaan. Dengan 1.600 murid, adanya toilet yang mencukupi adalah keperluan mendasar. Selain itu, perpustakaan baru yang akan dilengkapi sarana digital juga dibangun.
- SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong: Kepala Ficce Loppies mengungkapkan bahwa sekolahnya mendapatkan dana Rp 1,2 miliar. Dana ini dipakai untuk memperbaiki berbagai ruang seperti administrasi, ruang kepala sekolah, dan laboratorium. Penambahan kelas baru akan memungkinkan adanya satu rombongan belajar baru pada tahun ajaran 2026/2027.
- SD Negeri 21 Kabupaten Sorong: Bantuan senilai Rp 1,2 miliar digunakan untuk memperbaiki tiga ruang kelas dan pembangunan ruang administrasi dan UKS. Perbaikan ini membuat sekolah menjadi tempat lebih nyaman untuk belajar.
Sekolah di Pulau Arar
- SMA Unimuda Pulau Arar: Renovasi dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan ruang belajar. Meske Solomina Sosir, seorang siswa, mengungkapkan kegembiraannya karena banyak teman yang sebelumnya enggan bersekolah kini kembali aktif.
- SD Inpres 27 Kabupaten Sorong: Mendapatkan bantuan untuk pembangunan toilet, ruang UKS, dan rumah dinas guru. Mendikdasmen menyatakan sekolah ini siap dimanfaatkan setelah peresmian bantuan tersebut.
Dengan bantuan tersebut, diharapkan sekolah-sekolah di Papua Barat Daya dapat menjadi lingkungan belajar yang lebih baik dan mendorong kemajuan pendidikan di daerah tersebut.