Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 dipastikan akan kembali menghadirkan cabang Ekshibisi AI (Artificial Intelligence). Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis dalam merespons perkembangan teknologi informasi yang melaju sangat pesat.
Kepastian mengenai kehadiran cabang kompetisi kecerdasan artifisial ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti. Ia menyampaikannya dalam acara Taklimat Media Penguatan Tata Kelola Pelaksanaan OSN 2026 di Jakarta.
Menurut Suharti, pengenalan bidang AI di level kompetisi nasional merupakan hal yang krusial dan tidak bisa ditunda lagi. Hal ini mengingat betapa dominannya peran kecerdasan artifisial dalam berbagai aspek kehidupan modern saat ini.
Perbedaan Mekanisme Seleksi Ekshibisi AI
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan ekshibisi AI memiliki perbedaan signifikan dibanding cabang lomba lainnya. Jika sembilan cabang OSN reguler dilaksanakan melalui seleksi berjenjang, cabang AI menggunakan sistem yang berbeda.
Seleksi untuk ekshibisi AI akan dilakukan secara terpusat, di mana para pendaftar akan langsung mengikuti proses penyaringan untuk tingkat nasional. Mekanisme ini diharapkan dapat menjaring talenta terbaik secara lebih efektif dan spesifik di bidang teknologi terbaru.
Sebelumnya, Indonesia telah membuktikan kualitasnya dengan mengirimkan delegasi ke ajang International Olympic Artificial Intelligence (IO AI) pada tahun 2025. Saat itu, perwakilan yang terpilih diambil dari para pemenang OSN bidang Matematika dan Informatika tahun 2024.
Irene mengungkapkan bahwa siswa yang memiliki latar belakang Informatika dan Matematika ternyata memiliki fondasi yang sangat kuat. Dasar logika dan hitungan tersebut menjadi modal utama bagi mereka untuk bersaing di level internasional.
Sejarah dan Persiapan Menuju IOAI 2026
Cabang ekshibisi AI sendiri sebenarnya mulai diperkenalkan dalam rangkaian OSN sejak tahun 2025 yang lalu. Para pemenang dari ajang tahun lalu kini tengah dipersiapkan untuk mewakili Indonesia dalam ajang IOAI pada tahun 2026 mendatang.
Pemerintah menargetkan agar calon peserta yang dikirimkan benar-benar berasal dari jalur kompetisi yang selaras. Dengan demikian, tim nasional yang terbentuk memiliki kompetensi yang sudah teruji melalui jalur resmi yang tepat.
Pihak Puspresnas bersama Kemendikdasmen saat ini masih dalam tahap merampungkan buku panduan resmi untuk ekshibisi AI 2026. Panduan ini nantinya akan menjadi acuan utama bagi para peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Irene menargetkan sosialisasi panduan terbaru ini akan dilakukan paling lambat pada pertengahan bulan Juni. Harapannya, para siswa dapat mulai memfokuskan diri pada sub-materi yang lebih spesifik dalam bidang kecerdasan artifisial tersebut.
Materi yang Diujikan dalam OSN Ekshibisi AI
Bagi para siswa yang berminat, materi ujian dalam OSN Ekshibisi AI akan merujuk sepenuhnya pada silabus internasional yang ditetapkan oleh IOAI. Fokus utamanya bukan sekadar teori, melainkan kemampuan logika dan penerapan konsep dalam memecahkan masalah.
Daftar materi yang menjadi pokok bahasan dalam kompetisi ini meliputi beberapa poin berikut:
- Kemampuan berpikir logis dan pemikiran komputasional (computational thinking).
- Kemahiran dalam bahasa pemrograman Python.
- Teknik representasi serta visualisasi data yang efektif.
- Pemahaman dasar-dasar aljabar sebagai fondasi utama.
- Konsep probabilitas atau peluang dalam pengolahan data.
- Penerapan ilmu statistika untuk analisis informasi.
- Penguasaan aljabar linear dan operasi matriks.
- Penerapan kalkulus serta metode optimasi dalam sistem digital.
Meskipun materi tersebut terlihat kompleks, peserta sebenarnya tidak diwajibkan untuk menguasai teknik tingkat tinggi seperti Deep Learning secara mendalam. Inti dari perlombaan ini adalah bagaimana siswa menerapkan dasar-dasar ilmu tersebut dalam penyelesaian masalah nyata.
Bentuk soal yang akan dihadapi peserta umumnya berupa soal cerita yang menggambarkan suatu permasalahan komputasional. Untuk menjawabnya, dibutuhkan kombinasi antara prinsip logika, matematika, serta teori peluang yang kuat.
Melalui penyelenggaraan cabang ekshibisi ini, diharapkan muncul bibit-bibit unggul yang siap membawa nama Indonesia di kancah teknologi global. Apakah Anda tertarik untuk menguji kemampuan di bidang teknologi masa depan ini pada OSN 2026 nanti?