Bakti BCA Beri Bantuan Alat Deteksi Dini Preeklamsia di Garut

Bakti BCA Beri Bantuan Alat Deteksi Dini Preeklamsia di Garut
Foto: Ilustrasi Bakti BCA Beri Bantuan Alat Deteksi Dini Preeklamsia di Garut.

PT Bank Central Asia Tbk melalui program Bakti BCA mengadakan sosialisasi serta deteksi dini preeklamsia bagi ibu hamil di Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan, pada Selasa (21/4). Kegiatan ini bertujuan menekan risiko kelahiran prematur yang menjadi pemicu utama stunting pada anak.

Langkah preventif tersebut mencakup penyaluran paket alat deteksi dini preeklamsia ke Puskesmas Cisompet di Garut, Jawa Barat, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Bantuan teknologi medis ini terdiri dari perangkat USG, patient monitor, tablet Android, serta integrasi aplikasi Cexup.

Preeklamsia diidentifikasi sebagai gangguan kehamilan serius yang berdampak pada rendahnya berat badan lahir bayi. Selain bantuan alat, Bakti BCA turut memfasilitasi 31 ibu hamil dari Klinik Bakti Medika Mangga Dua untuk mengikuti pemeriksaan medis dan edukasi kesehatan.

Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk dukungan terhadap target pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Pihaknya berkomitmen memperkuat fasilitas kesehatan agar mampu melakukan deteksi risiko lebih cepat.

"Hari ini kami memberikan bantuan seperangkat alat deteksi dini preeklamsia, sebelumnya kami juga aktif dalam mendukung pencegahan stunting dalam beberapa tahun terakhir. Mudah-mudahan dengan apa yang kita lakukan bisa menurunkan Angka Kematian Ibu di Indonesia," ujar Widodo dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Upaya kolaboratif juga dilakukan melalui program Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia (PASTI) yang melibatkan organisasi filantropi serta sektor swasta. Program ini menargetkan percepatan penurunan prevalensi stunting melalui intervensi gizi yang terukur.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn memaparkan bahwa komitmen donasi bersama untuk program tersebut mencapai nilai US$1 juta yang dialokasikan sejak tahun 2023 hingga 2026. Tercatat sebanyak 6.070 anak bawah dua tahun telah mendapatkan bantuan gizi selama periode 2023-2025.

"Pencegahan stunting perlu dimulai dari hulu, mulai dari remaja dan kesiapan keluarga, kesehatan ibu selama kehamilan, hingga tumbuh kembang anak. Kami berharap inisiatif dari BCA dapat memperkuat upaya pencegahan sejak awal kehamilan sekaligus meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan respons yang lebih cepat dan tepat," pungkas Hera.

Artikel terkait

Rekomendasi