Wali Kota Malang melepas keberangkatan 1.203 jemaah calon haji asal Kota Malang menuju Asrama Haji Surabaya di Kompi Angmor pada tahun 2026. Pelepasan yang terbagi dalam kloter 10 dan 11 tersebut diwarnai suasana haru dari keluarga jemaah yang mengiringi prosesi pemberangkatan.
Pemerintah Kota Malang memberikan dukungan penuh kepada Kementerian Haji dan Umroh Kota Malang dalam memfasilitasi kebutuhan para tamu Allah tersebut. Berdasarkan data yang dilansir dari Kompas, total jemaah tahun ini terdiri dari peserta dengan usia tertua 96 tahun atas nama Poniti dan termuda 16 tahun atas nama Haidar Fatta.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menitipkan pesan agar seluruh jemaah memprioritaskan kondisi fisik mereka selama menjalankan ibadah. Wahyu menegaskan bahwa koordinasi dengan petugas di lapangan sangat penting untuk kelancaran ibadah.
"Saya juga berpesan kepada jemaah untuk selalu menjaga kesehatan, jaga nama baik Kota Malang dan selalu mengikuti arahan dari petugas." Kata Wahyu Hidayat.
Penegasan mengenai prosedur kesehatan juga disampaikan oleh pihak otoritas keagamaan setempat guna memastikan kesiapan fisik jemaah. Setelah tiba di titik transit, seluruh rombongan diwajibkan mengikuti tahapan pemeriksaan medis lanjutan.
Kasubbag TU Kemenhaj Kota Malang, Elis Mufida, menjelaskan bahwa pengecekan ulang kesehatan dilakukan sebelum jemaah diterbangkan ke Arab Saudi. Langkah ini merupakan standar operasional untuk menjamin keamanan dan keselamatan setiap individu.
"Kemudian nanti di embarkasi jemaah ada pemeriksaan lagi untuk memastikan bahwa jemaah memang sehat, sebelumnya sudah ada pemeriksaan, di embarkasi tetap ada pemeriksaan." Terang Elis.
Prosedur pemeriksaan di embarkasi tetap diberlakukan secara ketat meski sebelumnya para jemaah telah melewati rangkaian tes kesehatan di daerah asal. Hal ini dilakukan untuk memitigasi risiko gangguan kesehatan saat melaksanakan rangkaian ibadah haji yang menguras energi.