Rahasia Budaya Sekolah Aman di Tuban: Siswa Tantrum Kini Lebih Kalem dan Nyaman di 2026

Rahasia Budaya Sekolah Aman di Tuban: Siswa Tantrum Kini Lebih Kalem dan Nyaman di 2026
Foto: Rahasia Budaya Sekolah Aman di Tuban: Siswa Tantrum Kini Lebih Kalem dan Nyaman di 2026. (Illustration by Pexels)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah giat memperkenalkan berbagai inovasi budaya sekolah yang aman dan nyaman. Salah satu contoh inspiratif datang dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang memiliki cara unik dalam menangani emosi siswa.

Melalui UPT SDN Sokosari, diperkenalkan sebuah alat inovatif yang dinamakan roda emosi. Alat berbentuk lingkaran ini dirancang khusus untuk membantu para murid mengenali serta mengatur perasaan mereka setiap hari.

Mengenal Cara Kerja Roda Emosi

Roda emosi memiliki desain menyerupai jam dinding yang dilengkapi dengan jarum penunjuk. Pada permukaan alat tersebut, tertera berbagai jenis perasaan yang mungkin dialami oleh anak-anak selama di sekolah.

Endang Saptarina selaku perwakilan SDN Sokosari menjelaskan bahwa alat ini berfungsi sebagai media latihan regulasi diri. Siswa diajak untuk berani mengidentifikasi apa yang sedang mereka rasakan melalui alat tersebut.

Sebagai contoh, ketika seorang murid merasa sedih atau marah karena tidak dipinjami alat tulis oleh temannya, mereka bisa memutar jarum tersebut. Hal ini membantu siswa menyadari bahwa emosi negatif adalah hal yang wajar dirasakan.

Poin penting terkait tujuan penggunaan roda emosi bagi siswa:

  • Membantu anak mengenali jenis emosi yang sedang dirasakan secara spesifik.
  • Melatih kemampuan mengelola rasa marah atau sedih agar tidak berdampak negatif.
  • Mendorong siswa untuk bersikap lebih bijak dalam menghadapi konflik dengan teman.
  • Membiasakan teknik pernapasan sebagai metode penenangan diri yang efektif.

Setelah siswa mampu mengidentifikasi perasaan mereka, guru akan memberikan pendampingan lebih lanjut. Salah satu teknik yang sering diajarkan untuk meredakan ketegangan adalah dengan mengatur pola napas secara teratur.

Menangani Siswa yang Sering Tantrum

Metode ini terbukti efektif dalam menangani kasus siswa yang sebelumnya sering mengalami tantrum atau kemarahan meledak-ledak. Berdasarkan penelusuran pihak sekolah, perilaku tersebut biasanya dipicu oleh masalah yang dialami siswa di lingkungan rumah.

Siswa yang bersangkutan awalnya cenderung melampiaskan masalah pribadinya kepada teman-teman sekelas. Kondisi ini sempat membuat sang murid merasa terisolasi karena teman-temannya merasa tidak nyaman.

Ringkasan manfaat penerapan budaya sekolah aman di SDN Sokosari:

Aspek Perubahan Kondisi Sebelumnya Kondisi Setelah Penanganan
Perilaku Siswa Sering marah dan tantrum tanpa kendali. Menjadi lebih tenang dan mampu mengelola emosi.
Hubungan Sosial Siswa merasa terisolir dari lingkungan kelas. Teman sebaya lebih memahami dan menerima kondisi.
Kesadaran Diri Melampiaskan masalah rumah di sekolah. Mampu memisahkan masalah pribadi dengan sikap di sekolah.

Penerapan metode ini tidak hanya fokus pada siswa yang bermasalah, tetapi juga memberikan pemahaman kepada rekan-rekan sekelasnya. Edukasi yang merata membuat para siswa saling memahami dan menghindari adanya kesalahpahaman antar teman.

Kini, budaya saling mengerti dan teknik menenangkan diri sudah menjadi kebiasaan rutin di SDN Sokosari. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa lingkungan sekolah yang nyaman mampu mengubah perilaku siswa menjadi lebih positif.

Artikel terkait

Rekomendasi