PPIH Arab Saudi Matangkan Layanan Transportasi Haji Kelompok Terbang Indonesia

PPIH Arab Saudi Matangkan Layanan Transportasi Haji Kelompok Terbang Indonesia
Foto: Ilustrasi PPIH Arab Saudi Matangkan Layanan Transportasi Haji Kelompok Terbang Indonesia.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mengoptimalkan persiapan layanan transportasi untuk mobilitas 527 kloter jemaah haji Indonesia menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah penguatan koordinasi ini dilansir dari Nasional guna memastikan seluruh pergerakan jemaah berjalan tertib serta tepat waktu.

Otoritas terkait telah menyusun jadwal pergerakan yang ketat demi mengantisipasi potensi keterlambatan armada di lapangan. Keberangkatan awal dari Makkah dijadwalkan mulai pukul 07.00 waktu setempat dengan pemberlakuan lini masa persiapan yang ketat bagi para jemaah.

"Kami siapkan jadwal pergerakan untuk 527 kloter menuju Armuzna. Trip pertama dari Makkah akan dimulai pukul 07.00 pagi. Oleh karena itu, kami membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib dipatuhi jemaah," ujar Syarif Rahman, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi 2026 pada Rabu (20/5/2026).

Rencana perjalanan tersebut mensyaratkan jemaah menyiapkan perbekalan enam jam sebelum berangkat, berpakaian ihram tiga jam sebelum jadwal, dan berkumpul di lobi hotel satu jam sebelum bus tiba. Pengawasan proses ini dipercayakan kepada Ketua Regu yang masing-masing mengawal 10 orang jemaah.

"Dengan demikian, keberangkatan ke Armuzna akan mengikuti jadwal tersebut. Jika dipatuhi dan ditaati, insyaallah tidak akan ada yang terlambat. Pola yang sama juga akan diterapkan untuk pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah, Mina, hingga kembali lagi ke Makkah," tambah Syarif Rahman, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi 2026.

Mengenai ketersediaan armada, pengaturan transportasi dari Makkah menuju Arafah berpedoman pada ketentuan organisasi Naqabah Arab Saudi. Setiap Maktab atau Markaz yang melayani sekitar 3.000 jemaah akan difasilitasi oleh tujuh unit bus.

Operasional bus dibagi dalam tiga sif perjalanan yakni pagi, siang, dan sore, dengan frekuensi tiga kali perjalanan pulang-pergi pada setiap sif. Sementara itu, mobilisasi dari Arafah menuju Muzdalifah menggunakan kombinasi skema Taradudi dan Murur dengan jalur terpisah.

Sif pertama pergerakan dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 hingga 23.00 Waktu Arab Saudi untuk mengangkut sekitar 160.000 jemaah secara serentak. Setelah pukul 23.00 Waktu Arab Saudi, jemaah yang masih berada di Arafah akan dimobilisasi menggunakan skema Murur.

"Ini berdasarkan hasil rapat dengan Baiah Al-Malakiah, bahwa di sif kedua maka jemaah melewati Muzdalifah tanpa turun, langsung menuju tenda di Mina,ÔÇØ jelas Syarif Rahman, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi 2026.

Prioritas kenyamanan dan keadilan sirkulasi penumpang di dalam bus juga disesuaikan dengan mandat pemenuhan fasilitas bagi kelompok rentan. Urutan masuk moda transportasi dipastikan mendahulukan lansia, disabilitas, perempuan, kemudian jemaah laki-laki.

"Kami sudah sosialisasikan ke sektor-sektor. Setiap pergerakan naik ke transportasi, utamakan jemaah lansia terlebih dahulu, kemudian jemaah disabilitas, dilanjutkan jemaah perempuan, dan terakhir baru jemaah laki-laki. Semua sudah diatur sedemikian rupa, mudah-mudahan semua berjalan lancar," pungkas Syarif Rahman, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi