Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghapus sebuah unggahan gambar hasil kecerdasan buatan (AI) di platform Truth Social pada April 2026 setelah mendapatkan gelombang kritik keras dari masyarakat dan pendukung setianya. Gambar tersebut menampilkan visualisasi Trump sebagai sosok menyerupai Yesus yang sedang menyembuhkan pasien.
Dilansir dari Detik iNET, ilustrasi tersebut memperlihatkan Trump dengan pancaran cahaya dari tangannya saat mendampingi seorang pria di ranjang rumah sakit. Pada latar belakang gambar, terlihat sosok serupa iblis yang mengintai, sebuah modifikasi dari versi asli gambar yang sebelumnya menampilkan siluet tentara.
Kecaman muncul dari tokoh-tokoh konservatif terkemuka yang menilai unggahan tersebut melewati batas nilai religius. Riley Gaines, komentator konservatif sekaligus pembawa podcast Fox News, menyatakan ketidakpahamannya atas alasan Trump membagikan konten yang dianggap kurang memiliki kerendahan hati tersebut.
"Apakah dia mencari reaksi? Apakah dia benar-benar berpikir seperti ini? Apa pun itu, ada dua hal yang benar: 1) sedikit kerendahan hati akan sangat baik baginya 2) Tuhan tidak bisa dipermainkan," tulis Riley Gaines melalui akun media sosial X miliknya.
Kritik serupa disampaikan oleh Megan Basham dari media Daily Wire yang menyebut visualisasi tersebut sebagai bentuk penistaan yang keterlaluan. Ia menuntut agar Trump segera menyampaikan permohonan maaf kepada publik Amerika Serikat serta kepada Tuhan atas penggunaan citra tersebut.
Isabel Brown, yang juga pembawa acara di Daily Wire, menilai gambar tersebut menjijikkan dan menunjukkan kegagalan dalam memahami kebangkitan iman masyarakat Amerika. Penolakan ini menjadi sorotan karena datang dari basis pendukung yang selama ini dikenal loyal terhadap manuver politik Trump.
Menanggapi polemik tersebut, Donald Trump memberikan pembelaan saat dikonfirmasi oleh awak media. Ia membantah bahwa dirinya sengaja memposisikan diri sebagai sosok Yesus dan mengklaim interpretasi yang berbeda terhadap gambar tersebut.
"Gambar itu seharusnya adalah saya sebagai seorang dokter yang membuat orang-orang menjadi lebih baik," kata Donald Trump memberikan klarifikasi mengenai maksud dari unggahannya.
Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance memberikan pembelaan dengan menyebut konten tersebut sebagai bentuk lelucon semata. Vance menyatakan bahwa penghapusan unggahan dilakukan karena banyak pihak yang gagal menangkap unsur humor yang dimaksudkan oleh Trump.
Sebelum insiden gambar AI ini, Trump juga sempat melontarkan kritik tajam kepada Paus Leo XIV di platform yang sama. Ia menuduh pemimpin Gereja Katolik tersebut berada di bawah pengaruh ahli strategi politik tertentu dan bersikap lemah terhadap kejahatan.