Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
Foto: Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya. (Illustration by Pexels)

Menjelang perayaan Iduladha 1447 H, umat Muslim memiliki kesempatan untuk mendulang banyak pahala melalui amalan sunah pada bulan Zulhijah. Selain ibadah utama kurban dan salat Id, terdapat dua puasa sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan bagi mereka yang tidak sedang berhaji.

Puasa tersebut adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah yang memiliki keutamaan luar biasa bagi yang menjalankannya. Meski keduanya dilakukan secara berurutan, masih banyak umat Islam yang belum memahami perbedaan mendasar antara kedua ibadah tersebut.

Perbedaan Antara Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Berdasarkan buku Pintar Puasa Wajib & Sunah karya Nur Solikhin (2018), kedua puasa ini memiliki keterkaitan karena sama-sama dilaksanakan pada momentum puncak ibadah haji. Persamaannya terletak pada waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan aktivitas para jemaah haji di Tanah Suci Makkah.

Namun, jika dilihat lebih detail, terdapat perbedaan signifikan dari sisi jadwal pelaksanaan. Puasa Tarwiyah dilakukan lebih awal, tepatnya pada tanggal 8 Zulhijah, atau dua hari sebelum hari raya Iduladha.

Sementara itu, puasa Arafah dikerjakan pada tanggal 9 Zulhijah, yang mana merupakan waktu paling sakral saat jemaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Perbedaan tanggal ini juga berimplikasi pada perbedaan niat yang harus dibaca oleh umat Muslim saat memulainya.

Tata Cara Melaksanakan Puasa Sunah Zulhijah

Merujuk pada buku Fiqih Puasa (2025) yang disusun oleh Thoat Stiawan dan tim, mekanisme pelaksanaan kedua puasa ini secara umum serupa dengan puasa lainnya. Pembaca perlu memperhatikan langkah-langkah dan ketentuan yang berlaku agar ibadah menjadi sempurna sesuai syariat.

Berikut adalah urutan dan tata cara lengkap pelaksanaan puasa Tarwiyah serta puasa Arafah:
  • Membaca Niat Puasa Tarwiyah: Niat ini dikhususkan bagi mereka yang berpuasa pada 8 Zulhijah. Lafal niatnya adalah "Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta'aalaa" yang berarti saya berniat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala.
  • Membaca Niat Puasa Arafah: Bagi yang menjalankan puasa pada 9 Zulhijah, niatnya adalah "Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa" yang artinya saya berniat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala.
  • Melaksanakan Makan Sahur: Sebagaimana puasa pada umumnya, sahur sangat dianjurkan sebelum terbit fajar karena mengandung keberkahan sesuai sabda Rasulullah SAW dalam riwayat Bukhari dan Muslim.
  • Menjaga Sikap dan Lisan: Selama berpuasa, umat Muslim wajib menjauhi perbuatan tercela seperti menggunjing atau berkata kasar agar pahala ibadah tidak berkurang atau hilang.
  • Menyegerakan Berbuka: Saat kumandang azan Magrib tiba, disunahkan untuk segera berbuka dengan mengonsumsi air putih atau buah kurma sesuai tradisi yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
  • Memperbanyak Zikir dan Doa: Khususnya pada hari Arafah, umat Islam sangat disarankan untuk terus memanjatkan doa karena waktu tersebut merupakan salah satu momen terbaik dikabulkannya keinginan.

Langkah-langkah di atas merupakan panduan praktis bagi umat Muslim untuk mendapatkan keberkahan maksimal di sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Dengan mengikuti tata cara yang benar, diharapkan esensi ibadah dapat tercapai sepenuhnya.

Panduan Doa Berbuka Puasa yang Shahih

Saat membatalkan puasa, terdapat beberapa versi doa yang bisa diamalkan oleh umat Muslim. Doa-doa ini merupakan ungkapan rasa syukur atas kekuatan yang diberikan Allah untuk menyelesaikan ibadah seharian penuh.

Berikut adalah daftar doa berbuka puasa yang umum dibaca beserta artinya:
Jenis Doa Lafal Singkat Konteks/Sumber
Doa Umum Allahumma laka shumtu wa bika aamantu... Ungkapan syukur atas rezeki berbuka
Doa Ma'tsur Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruuqu... Riwayat Abu Daud tentang rasa haus yang hilang

Tabel di atas merangkum doa yang paling sering digunakan oleh masyarakat saat tiba waktu berbuka. Membaca doa dengan khusyuk akan menambah nilai spiritualitas bagi siapa saja yang mengamalkannya.

Keutamaan Berdoa di Hari Arafah

Penting untuk diingat bahwa hari Arafah bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan haus. Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis riwayat Tirmidzi bahwa sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah.

Oleh karena itu, manfaatkanlah momen puasa ini untuk memperbanyak interaksi dengan Sang Pencipta melalui zikir dan permintaan yang tulus. Semoga pemahaman mengenai perbedaan dan tata cara puasa Tarwiyah serta Arafah ini bermanfaat bagi persiapan ibadah Anda.

Artikel terkait

Rekomendasi