Sektor pariwisata nasional memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai angka 5,61 persen secara tahunan (YoY) pada kuartal I/2026. Capaian ini dilaporkan tetap tumbuh secara berkelanjutan di tengah dinamika kondisi global yang penuh tantangan, Senin (11/5/2026).
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menjelaskan bahwa pergerakan sektor ini tecermin dari meningkatnya berbagai lapangan usaha yang berkaitan erat dengan aktivitas wisata di tanah air. Data menunjukkan lapangan usaha akomodasi serta makan dan minum menjadi penyumbang kenaikan paling signifikan dibandingkan sektor lainnya.
"Lapangan usaha akomodasi dan makan minum tumbuh paling tinggi, yaitu 13,14%," kata Widiyanti dikutip dari unggahan YouTube Kemenpar.
Peningkatan tersebut dipicu oleh tingginya mobilitas wisatawan yang memanfaatkan fasilitas hotel, vila, hingga rumah singgah atau homestay. Selain itu, geliat transaksi di restoran, kafe, dan unit usaha kuliner di berbagai daerah turut memperkuat fondasi pertumbuhan tersebut.
Berdasarkan data yang dilansir dari Ekonomi, terdapat sejumlah sektor pendukung lain yang juga mencatatkan angka positif pada periode yang sama. Sektor jasa lainnya yang meliputi aktivitas hiburan serta rekreasi tumbuh 9,91 persen, sementara lapangan usaha transportasi dan pergudangan naik 8,04 persen seiring meningkatnya perjalanan masyarakat.
Sektor jasa perusahaan juga mendapat sokongan dari aktivitas biro perjalanan, agen wisata, dan jasa pemesanan perjalanan yang tercatat tumbuh sebesar 4,91 persen. Widiyanti menegaskan bahwa korelasi antara pergerakan wisatawan dan roda ekonomi nasional sangatlah erat.
"Artinya, ketika pariwisata bergerak, roda perekonomian nasional juga turut bergerak," ujar Widiyanti.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merinci bahwa pertumbuhan ekonomi 5,61 persen tersebut didominasi oleh faktor konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. Untuk periode mendatang, pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi pada rentang 5,9 persen hingga 7,5 persen dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk merealisasikan target ambisius tersebut pada pertemuan Kamis (7/5/2026).
"Dalam catatan kami, pertumbuhan nasional 5,9ÔÇô7,5% tidak bisa dicapai tanpa dukungan daerah," kata Rachmat dalam Rakorbangpus RKP Tahun 2027, di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta.