Umat Islam memiliki banyak kesempatan untuk mendulang pahala melalui berbagai amalan sunah pada bulan Zulhijah. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan sebelum perayaan Iduladha adalah melaksanakan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.
Kedua puasa sunah ini memiliki kedudukan yang mulia dan manfaat yang besar bagi setiap muslim yang mengerjakannya. Untuk membantu persiapan ibadah Anda, berikut adalah ulasan lengkap mengenai jadwal, niat, serta keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah pada tahun 2026.
Jadwal Pelaksanaan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
Merujuk pada buku "Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari" karya Dr. Muh. Hambali, M.Ag, umat Islam disunahkan untuk berpuasa pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah. Puasa yang dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijah dikenal dengan sebutan puasa Tarwiyah.
Selanjutnya, puasa pada tanggal 9 Zulhijah disebut dengan puasa Arafah, yang waktunya bertepatan dengan momen jamaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah. Ibadah ini sangat ditekankan bagi umat muslim yang tidak sedang menjalankan rangkaian ibadah haji di tanah suci.
Banyak masyarakat mulai mencari tahu jadwal pasti kedua puasa ini karena penetapan awal Zulhijah biasanya diputuskan melalui sidang isbat pemerintah. Namun, berdasarkan prediksi kalender Hijriah 2026 yang dirilis Kementerian Agama RI, perkiraan tanggalnya sudah dapat diketahui.
Dalam kalender tersebut, Hari Raya Iduladha atau 10 Zulhijah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. Berdasarkan acuan tersebut, berikut adalah estimasi jadwal pelaksanaan puasa sunah di bulan Zulhijah tahun 2026:
Daftar perkiraan jadwal puasa sunah menjelang Iduladha 2026:
- Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah 1447 H): Jatuh pada hari Senin, 25 Mei 2026.
- Puasa Arafah (9 Zulhijah 1447 H): Jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026.
- Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah 1447 H): Jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
Penting untuk diingat bahwa jadwal di atas masih bersifat perkiraan dan dapat berubah sewaktu-waktu. Kepastian tanggal resmi akan mengikuti hasil sidang isbat yang digelar oleh pemerintah Indonesia untuk menetapkan awal bulan Zulhijah 1447 H.
Tata Cara Menjalankan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Secara teknis, tata cara pelaksanaan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah tidak berbeda dengan puasa sunah pada umumnya. Setiap muslim diawali dengan niat yang ikhlas, disunahkan makan sahur, serta menjaga diri dari segala pembatal puasa.
Ibadah ini dilakukan mulai dari terbit fajar hingga datangnya waktu magrib saat matahari terbenam. Perbedaan mendasar hanya terletak pada lafal niat yang diucapkan dalam hati sesuai dengan jenis puasa yang sedang dikerjakan.
Berikut adalah bacaan niat untuk masing-masing puasa sunah tersebut:
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyyata sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat melaksanakan puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat melaksanakan puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah bagi Umat Muslim
Melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah membawa keberkahan yang sangat luas bagi umat muslim. Berdasarkan literatur dalam buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari, terdapat beberapa keutamaan luar biasa yang bisa didapatkan.
Keutamaan utama dari pelaksanaan ibadah puasa sunah di bulan Zulhijah:
- Penghapusan Dosa Selama Dua Tahun: Keutamaan puasa Arafah yang paling istimewa adalah dihapusnya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menebus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya (HR. Muslim).
- Pembebasan dari Siksa Api Neraka: Hari Arafah merupakan momen penuh ampunan di mana Allah membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka. Sesuai hadis riwayat Muslim, tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan hamba-Nya dari neraka selain pada hari Arafah.
- Waktu Paling Mustajab untuk Berdoa: Hari Arafah disebut sebagai waktu terbaik untuk memohon kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menegaskan bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah, dengan kalimat tauhid sebagai ucapan terbaik yang pernah diucapkan para nabi.
Informasi mengenai jadwal dan tata cara ini diharapkan dapat membantu Anda mempersiapkan diri menyambut bulan Zulhijah 2026 dengan lebih maksimal. Mari manfaatkan kesempatan emas ini untuk meningkatkan ketakwaan dan meraih ampunan dari Allah SWT.
Ringkasan jadwal puasa dan Iduladha 2026:
| Jenis Ibadah | Tanggal Hijriah | Estimasi Tanggal Masehi |
|---|---|---|
| Puasa Tarwiyah | 8 Zulhijah 1447 H | 25 Mei 2026 |
| Puasa Arafah | 9 Zulhijah 1447 H | 26 Mei 2026 |
| Iduladha | 10 Zulhijah 1447 H | 27 Mei 2026 |
Data dalam tabel tersebut mengacu pada estimasi kalender yang ada saat ini. Pastikan Anda tetap memantau pengumuman resmi dari otoritas agama setempat untuk ketetapan tanggal yang pasti di tahun 2026.