Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkenalkan berbagai produk investasi non saham untuk membantu investor mencapai tujuan keuangan melalui diversifikasi portofolio. Upaya edukasi ini disampaikan pada Kamis (9/11/2023) untuk memperluas pemahaman mengenai instrumen yang memiliki potensi imbal hasil kompetitif di pasar modal.
Sebagaimana dilansir dari Investortrust, salah satu produk utama yang menjadi perhatian adalah Exchange Traded Fund (ETF). Instrumen ini merupakan bentuk reksa dana yang unit penyertaannya dapat diperdagangkan secara langsung di bursa layaknya saham biasa bagi para investor.
ÔÇ£Jadi ETF itu adalah produk reksa dana yang ditransaksikan di bursa,ÔÇØ papar Pradapaningsih, Kepala Unit Pengembangan Bisnis Structured Product di Bursa Efek Indonesia.
Pradapaningsih menjelaskan terdapat perbedaan mendasar dalam proses transaksi antara ETF dan reksa dana konvensional. Jika reksa dana umum dibeli melalui manajer investasi, ETF dapat diakses melalui dealer partisipan di pasar primer atau melalui akun sekuritas di pasar sekunder.
ÔÇ£Jadi harus memiliki akun di salah satu sekuritas,ÔÇØ ujar Pradapaningsih.
Instrumen lain yang ditawarkan adalah waran terstruktur atau structured warrant yang ditujukan bagi investor dengan profil risiko tinggi. Produk ini memungkinkan investor mendapatkan eksposur lebih besar dari saham induk meskipun hanya menggunakan modal yang relatif lebih kecil.
ÔÇ£Secara konsep waran terstruktur adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual underlying kekuatan waran terstruktur pada harga dan waktu tertentu,ÔÇØ ungkap Pradapaningsih.
Selain itu, BEI juga menyediakan produk derivatif yang nilainya sangat bergantung pada aset dasar tertentu. Kepala Unit Divisi Pengembangan Bisnis BEI, Pier Ridge Yose, menjelaskan bahwa nilai kontrak ini akan mengikuti pergerakan aset dasarnya, seperti indeks saham.
ÔÇ£Jadi misalkan aset yang mendasarinya itu adalah index, kalau index naik, kita pasang posisinya beli ya nilai derivatifnya naik begitu sebaliknya, jadi mengikuti dari aset yang mendasari,ÔÇØ ujar Pier Ridge Yose, Kepala Unit Divisi Pengembangan Bisnis BEI.
Produk derivatif ini terbagi menjadi dua jenis utama, yakni yang menggunakan indeks LQ45 dan IDX30 sebagai aset dasar, serta yang berbasis surat utang negara (bond). BEI juga menyediakan fleksibilitas melalui single stock futures yang menggunakan saham tunggal sebagai kontrak.
ÔÇ£Single stock futures adalah saham satuan atau tunggal yang dijadikan kontrak derivatif, jadi kita bisa pilih beli sahamnya atau bisa beli derivatifnya saja, tentunya ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing,ÔÇØ tutur Pier.