Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit ke zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,5 persen ke level 6.403,57 pada satu jam pertama perdagangan Rabu (20/5/2026). Penguatan terjadi setelah indeks mengalami tekanan jual ekstrem hingga masuk ke area jenuh jual (oversold), dilansir dari Investor Daily.
Aktivitas pasar saat ini sedang tertuju pada dua sentimen besar dalam negeri, yaitu pidato arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto serta hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait tingkat suku bunga. Aliran dana investor asing harian tercatat melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp306,34 miliar.
Kondisi jenuh jual pada pergerakan indeks tersebut dikonfirmasi berdasarkan analisis teknikal indikator RSI yang telah berhasil menguji target wave 5/A. Peningkatan volume transaksi yang mulai terlihat saat ini membuka peluang terjadinya pembalikan arah instrumen saham secara berkelanjutan.
"Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG hari ini berada di area 6.262 dan 6.081, sedangkan resistance berada di kisaran 6.590 hingga 6.715," ungkap Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M Nafan Aji Gusta, Rabu (20/5/2026).
Pelaku pasar keuangan kini membutuhkan kepastian regulasi terkait arah kebijakan fiskal dan strategi menjaga stabilitas makroekonomi nasional yang akan disampaikan kepala negara dalam sidang paripurna DPR. Kejelasan langkah konkret pemerintah sangat dinantikan demi meredam gejolak fluktuasi di pasar modal.
"Jika pidato tersebut memberikan kepastian dan keberpihakan terhadap stabilitas pasar, peluang technical rebound terbuka lebar. Namun jika dinilai kurang konkret, tekanan jual masih dapat verlanjut," ujarnya.
Selain faktor domestik, pergerakan indeks luar negeri dipengaruhi oleh dinamika geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kini sedang mengarah pada proses negosiasi serius. Di sisi lain, akumulasi performa IHSG secara year to date masih membukukan penurunan sebesar 26,32 persen dengan total aksi jual bersih asing mencapai Rp51,09 triliun.
"Secara data, IHSG mencatat net foreign buy harian sebesar Rp306,34 miliar. Namun secara year to date (YTD), investor asing masih membukukan net sell mencapai Rp51,09 triliun dengan performa IHSG turun 26,32% sejak awal tahun," paparnya.
Pihak Mirae Asset memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan tingkat BI-Rate di level 4,75 persen guna menjaga stabilitas mata uang rupiah melalui intervensi langsung di pasar. Langkah ini berbeda dari prediksi konsensus pasar yang memperkirakan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen.
"Secara data, IHSG mencatat net foreign buy harian sebesar Rp306,34 miliar. Namun secara year to date (YTD), investor asing masih membukukan net sell mencapai Rp51,09 triliun dengan performa IHSG turun 26,32% sejak awal tahun," paparnya.
Strategi penempatan dana saat ini sebaiknya dialokasikan pada saham-saham yang memiliki fundamental solid dan bernilai murah (undervalued). Manajemen risiko yang disiplin tetap menjadi faktor utama di tengah masa transisi pembalikan tren pasar.
"Nafan menyarankan, investor fokus pada saham berfundamental solid, saham undervalued, serta emiten yang mulai menunjukkan arah pembalikan tren dengan tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin."