Grafik harga sejumlah komoditas pangan pokok di pasar tradisional seluruh Indonesia menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada akhir pekan. Data terbaru dikumpulkan oleh Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia (BI) hingga pukul 10.35 WIB.
Lonjakan harga paling mencolok dialami oleh sektor hortikultura seperti cabai, yang diikuti oleh daging ayam ras serta minyak goreng kemasan. Fenomena ini terjadi di tengah kondisi pasar yang dinamis menjelang perubahan musim, seperti dikutip dari Suara.
Di sisi lain, pergerakan harga beras di pasar tradisional terpantau belum sepenuhnya stabil. Segmen beras premium terpantau masih bertahan di level tinggi, meskipun terdapat koreksi harga pada beberapa varian kualitas di bawahnya.
Persebaran harga yang belum merata antar-kualitas memperlihatkan tekanan nyata pada komoditas beras hingga pertengahan Mei ini. Beras kualitas super I mengalami kenaikan sebesar 2,88 persen, sehingga kini bertengger di angka Rp16.850 per kilogram.
Sebaliknya, penurunan sekitar 2,96 persen justru terjadi pada beras kualitas super II yang merosot ke level Rp16.400 per kilogram. Untuk kategori beras medium yang banyak dikonsumsi masyarakat, harga bergerak di koridor Rp15.850 per kilogram untuk kualitas I dan Rp15.550 per kilogram untuk kualitas II.
Sementara itu, beras kualitas bawah I dilaporkan turun 2,75 persen menjadi Rp14.150 per kilogram. Namun, beras kualitas bawah II justru merangkak naik tipis ke posisi Rp14.650 per kilogram.
Faktor distribusi dan cuaca yang tidak menentu di daerah sentra produksi memicu komoditas cabai kembali menjadi penyebab utama fluktuasi harga pangan akhir pekan ini. Beberapa jenis cabai mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan di pasar.
Harga cabai rawit merah melonjak hingga 3,26 persen dan kini menyentuh level Rp71.400 per kilogram. Angka ini menjadikannya sebagai bahan pangan termahal di dalam kelompok sayuran.
Kenaikan signifikan sebesar 5,34 persen juga dialami oleh cabai merah besar yang kini menjadi Rp55.200 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting naik tipis dan bertengger di kisaran Rp50.450 per kilogram.
Di kelompok ini, cabai rawit hijau menjadi satu-satunya komoditas yang mengalami penurunan harga. Harganya melemah 2,63 persen ke posisi Rp48.100 per kilogram.
Pergerakan Harga Protein Hewani dan Bumbu Dapur
Pada sektor pemenuhan protein, konsumen harus mengeluarkan dana lebih besar untuk komoditas daging ayam ras segar yang harganya naik 3,32 persen menjadi Rp40.400 per kilogram. Kenaikan ini diimbangi oleh penurunan harga telur ayam ras yang terkoreksi cukup dalam sebesar 2,73 persen ke angka Rp30.300 per kilogram.
Kabar baik lainnya muncul dari komoditas daging sapi yang mengalami penurunan harga cukup melegakan. Daging sapi kualitas 1 harganya merosot 2,67 persen menjadi Rp143.850 per kilogram, lalu diikuti kualitas 2 yang melemah ke posisi Rp136.400 per kilogram.
Untuk kelompok bumbu dapur, duo bawang terpantau kompak mengalami penurunan nilai jual. Bawang merah ukuran sedang turun 1,28 persen menjadi Rp46.200 per kilogram, sedangkan bawang putih ukuran sedang bertengger di angka Rp38.750 per kilogram setelah terkoreksi 1,02 persen.
Variasi Harga Minyak Goreng dan Tren Gula Pasir
Komoditas gula pasir yang sempat berada di bawah tekanan tinggi dalam beberapa pekan terakhir, kini mulai menunjukkan tren melunak. Gula pasir jenis premium turun ke level Rp19.950 per kilogram, sedangkan untuk gula pasir lokal berada di posisi Rp19.050 per kilogram.
Sementara itu, tren campuran (mixed) masih membayangi komoditas minyak goreng di pasar tradisional. Minyak goreng curah dilaporkan merangkak naik tipis menjadi Rp20.700 per kilogram.
Pada kategori kemasan, minyak goreng kemasan bermerek 1 melonjak 1,85 persen ke angka Rp24.250 per kilogram. Sebaliknya, minyak goreng untuk kemasan bermerek 2 terpantau sedikit melandai ke level Rp22.950 per kilogram.
Pemerintah bersama Satgas Pangan diharapkan terus memantau pergerakan rantai pasok ini secara intensif. Langkah ini diperlukan guna memastikan stabilitas harga bahan pokok di masyarakat menjelang adanya perubahan musim.
| Nama Komoditas | Perubahan Persentase | Harga per Kilogram |
|---|---|---|
| Beras Super I | Naik 2,88% | Rp16.850 |
| Beras Super II | Turun 2,96% | Rp16.400 |
| Beras Medium I | Stabil | Rp15.850 |
| Beras Medium II | Stabil | Rp15.550 |
| Beras Bawah I | Turun 2,75% | Rp14.150 |
| Beras Bawah II | Naik Tipis | Rp14.650 |
| Cabai Rawit Merah | Naik 3,26% | Rp71.400 |
| Cabai Merah Besar | Naik 5,34% | Rp55.200 |
| Cabai Merah Keriting | Naik Tipis | Rp50.450 |
| Cabai Rawit Hijau | Turun 2,63% | Rp48.100 |
| Daging Ayam Ras Segar | Naik 3,32% | Rp40.400 |
| Telur Ayam Ras | Turun 2,73% | Rp30.300 |
| Daging Sapi Kualitas 1 | Turun 2,67% | Rp143.850 |
| Daging Sapi Kualitas 2 | Melemah | Rp136.400 |
| Bawang Merah Sedang | Turun 1,28% | Rp46.200 |