Harga Emas Global Melemah Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

Harga Emas Global Melemah Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran
Foto: Ilustrasi Harga Emas Global Melemah Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran.

Harga emas global mengalami pelemahan ke level US$ 4.689,29 per troy ons pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal damai terbaru dari Iran. Penolakan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap lonjakan inflasi dan potensi bertahannya suku bunga tinggi di tengah ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.

Melansir laporan Bloomberg, harga emas di pasar spot turun 0,6 persen pada pukul 06.37 waktu Singapura. Kondisi ini berbalik dari tren akhir pekan lalu, di mana harga emas sempat ditutup menguat 0,62 persen di posisi US$ 4.714,42 per troy ons pada Jumat, 8 Mei 2026, yang merupakan level tertinggi dalam dua minggu terakhir.

Penurunan harga juga merembet ke komoditas logam mulia lainnya. Harga perak melemah di kisaran US$ 79,67 per troy ons menurut data Bloomberg, sementara data CNBC Indonesia mencatat harga perak berada di posisi US$ 4.695,26 per troy ons pada hari yang sama. Harga platinum dan paladium turut mencatatkan koreksi di pasar global.

Tekanan terhadap emas terjadi setelah Presiden Donald Trump memberikan pernyataan tegas mengenai upaya rekonsiliasi dengan Iran. Penolakan tersebut muncul pasca terjadinya serangan drone yang membakar kapal kargo di lepas pantai Qatar serta pencegatan drone oleh Uni Emirat Arab dan Kuwait pada akhir pekan kemarin.

"totally unacceptable." sebut Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump untuk merespons usulan Iran guna menghentikan konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu. Ketegangan yang berlanjut ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga stabil dalam waktu lebih lama guna memantau risiko inflasi baru akibat perang.

Meskipun sedang tertekan, indeks dolar Amerika Serikat tercatat berada di level 97,9 atau titik terendah sejak akhir Februari 2026. Pelemahan dolar biasanya menjadi katalis positif bagi emas, namun fokus pasar saat ini teralihkan pada rilis data inflasi dari China, Jerman, dan AS yang dijadwalkan keluar pekan ini.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, harga emas global sebenarnya telah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada 28 Januari 2026 di level US$ 5.418,54 per ons. Analisis pasar memperkirakan pergerakan harga emas pekan ini akan berada di rentang dukungan US$ 4.493 hingga tingkat resistensi di US$ 4.894 per troy ons.

Artikel terkait

Rekomendasi