Dukung Pelajar Tanjab Barat ke Level Nasional, Komitmen PetroChina Jabung Terbukti Nyata di 2026

Dukung Pelajar Tanjab Barat ke Level Nasional, Komitmen PetroChina Jabung Terbukti Nyata di 2026
Foto: Dukung Pelajar Tanjab Barat ke Level Nasional, Komitmen PetroChina Jabung Terbukti Nyata di 2026. (Illustration by Pexels)

Pelajar asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Pencapaian ini diraih melalui program AFS Global STEM Innovators 2025 yang didukung penuh oleh PetroChina International Jabung Ltd.

Salah satu prestasi yang paling menonjol datang dari Khayana Hafidzha, siswi SMAN 7 Tanjung Jabung Barat. Khayana berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi kategori The Best Of Capstone dalam ajang tersebut.

Program AFS Global STEM Innovators 2025 sendiri telah dilaksanakan secara intensif sejak bulan Oktober hingga Desember 2025. Inisiatif ini dirancang khusus untuk mengasah potensi generasi muda dalam bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).

Melalui program ini, para peserta dibekali dengan perspektif global untuk menghadapi tantangan zaman. Tujuannya adalah memperkuat kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan jiwa inovasi, serta meningkatkan kepedulian sosial di kalangan pelajar.

Proses Seleksi dan Pembelajaran Intensif

Khayana menceritakan bahwa perjalanan prestasinya dimulai saat ia mengikuti sesi sosialisasi pada September 2025. Agenda tersebut merupakan kolaborasi antara PetroChina International Jabung Ltd dengan Yayasan Bina Antarbudaya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari sinergi bersama SKK Migas dan perusahaan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lainnya. Setelah melewati rangkaian asesmen yang ketat, Khayana terpilih untuk melanjutkan program di Jakarta.

Selama periode satu bulan, Khayana bersama peserta lainnya menjalani kelas mentoring yang sangat produktif. Mereka diwajibkan untuk menuntaskan sekitar 25 modul pembelajaran yang telah disediakan oleh penyelenggara.

"Saya merasa sangat senang karena seluruh biaya program ini ditanggung sepenuhnya. Kami mendapatkan pendampingan intensif melalui kelas mentoring dan harus menyelesaikan banyak modul belajar," ungkap Khayana saat diwawancarai pada Selasa (26/5).

Dalam rangkaian program tersebut, setiap peserta ditantang untuk menyusun sebuah proyek yang berbasis pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khayana dan timnya kemudian menggagas sebuah proyek inovatif yang diberi nama PIK-R.

Fokus utama dari proyek PIK-R adalah upaya untuk menekan angka pernikahan dini, khususnya di wilayah Tanimbar. Proyek ini sangat relevan dengan target SDGs poin pertama, ketiga, dan keempat yang mencakup pengentasan kemiskinan, kesehatan yang baik, serta kualitas pendidikan.

Menurut penjelasan Khayana, proyek tersebut dirancang untuk membangun kesadaran akan pentingnya menempuh pendidikan yang layak. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah kemiskinan di daerah tersebut.

"Proyek kami menitikberatkan pada aspek kemiskinan dan pendidikan. Kami berupaya menciptakan program yang mampu mengedukasi masyarakat sekaligus membantu memperbaiki taraf ekonomi mereka," tuturnya menjelaskan.

Membuka Cakrawala di Industri Hulu Migas

Inovasi melalui proyek PIK-R inilah yang akhirnya menghantarkan Khayana dan timnya meraih gelar The Best Of Capstone. Namun, manfaat yang dirasakan Khayana tidak hanya sebatas pada penghargaan yang diterimanya.

Pengalaman mengikuti ajang nasional ini ternyata turut membuka wawasannya mengenai industri minyak dan gas bumi. Sebelumnya, ia mengaku belum terlalu mengenal seluk-beluk industri strategis tersebut secara mendalam.

"Dulu saya tidak begitu paham tentang dunia minyak dan gas. Namun, setelah terlibat dalam program dari SKK Migas dan PetroChina ini, saya mulai tertarik untuk mempelajari bidang migas lebih lanjut," imbuhnya.

Ia memandang bahwa inisiatif seperti AFS Global STEM Innovators memberikan peluang emas bagi para pelajar di daerah. Program ini menjadi jembatan bagi mereka untuk berkembang dan memperluas jaringan pertemanan hingga ke tingkat nasional.

Berkat partisipasinya di level nasional, Khayana mengaku mendapatkan kesempatan berharga untuk bertukar pikiran dengan rekan sebaya dari beragam latar belakang. Hal ini memberikan dampak positif bagi perkembangan pola pikirnya.

"Dampaknya sangat luar biasa bagi saya. Selain wawasan yang semakin luas, kini saya memiliki teman-teman baru dari berbagai pelosok Indonesia," kata Khayana dengan penuh rasa syukur.

Selain fokus pada sektor pendidikan, Khayana juga memberikan apresiasi atas peran aktif PetroChina di wilayah operasionalnya. Ia melihat perusahaan tersebut sangat peduli terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dan perlindungan lingkungan.

Beberapa kontribusi nyata yang ia sebutkan meliputi dukungan terhadap pengembangan UMKM lokal hingga aksi pelestarian hutan mangrove. Khayana pun berharap agar PetroChina terus konsisten merangkul generasi muda dan warga sekitar.

"Harapan saya, PetroChina dapat terus memberikan manfaat positif, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun pendidikan bagi masyarakat di sekitar wilayah kerjanya," tutup Khayana.

Dukungan Terhadap Kepemimpinan Masa Depan

Communication Manager PetroChina, Afdal, menyatakan bahwa program yang berfokus pada inovasi serta kepemimpinan sangat krusial bagi dunia pendidikan. Pihaknya memiliki harapan besar terhadap para peserta didik yang terlibat.

"Kami ingin para pelajar ini tumbuh menjadi sosok pemimpin yang memiliki wawasan global dan semangat inovasi yang tinggi. Kepedulian sosial juga menjadi poin penting yang ingin kami tanamkan," jelas Afdal.

Ia berharap program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan ini bisa memotivasi pemuda di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. Harapannya, mereka semakin terpacu untuk mencetak prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Sebanyak 100 pelajar telah mengikuti tahap awal seleksi yang berbasis penulisan esai dalam ajang ini. Dari seluruh peserta tersebut, terpilihlah 10 siswa terbaik yang berhak melaju ke babak nasional di Jakarta pada pertengahan Desember 2025.

Daftar sekolah asal para peserta yang berhasil lolos ke tahap nasional :

  • SMKN 7 Tanjung Jabung Barat: Mengirimkan 5 orang siswa sebagai perwakilan resmi.
  • SMAN 7 Tanjung Jabung Barat: Berhasil meloloskan 2 orang siswa ke tingkat pusat.
  • SMAN 6 Tanjung Jabung Barat: Diwakili oleh 1 orang siswa yang kompeten.
  • SMAN 5 Tanjung Jabung Timur: Mengirimkan 2 orang siswa terbaiknya dalam program ini.

Kehadiran para pelajar dari berbagai sekolah ini menunjukkan bahwa bakat dan potensi besar tersebar merata di wilayah Tanjung Jabung Barat dan Timur.

Rincian Penghargaan yang Diraih Pelajar

Selain capaian Khayana, beberapa rekan pelajarnya juga berhasil membawa pulang penghargaan dalam kategori yang berbeda. Prestasi ini membuktikan kualitas inovasi yang ditawarkan oleh putra-putri daerah tersebut.

Daftar perolehan penghargaan peserta dalam ajang AFS Global STEM Innovators :

Nama Peserta Asal Sekolah Kategori Penghargaan
Khayana Hafidzha SMAN 7 Tanjab Barat The Best Of Capstone
Fradhea Anam & Fernanda Santana Putra SMAN 5 Tanjab Timur & SMKN 7 Tanjab Barat The Best Innovative Idea
M. Jefri SMKN 7 Tanjab Barat Best Progress Team
Syarifah Annisa SMKN 7 Tanjab Barat The Most Engaging Presentation
Audy Azra Rizkia SMAN 6 Tanjab Barat The Most Impactful Solution

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan intensif dan kerja keras seluruh tim selama proses kompetisi berlangsung di tingkat nasional.

Fradhea Anam dan Fernanda Santana Putra memikat juri melalui proyek sistem filter bio-hybrid. Inovasi ini dirancang khusus untuk mengelola air gambut secara berkelanjutan agar layak digunakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Audy Azra Rizkia menciptakan terobosan bernama Orencycle. Proyek ini merupakan inovasi pembuatan bioplastik yang menggunakan limbah kulit jeruk sebagai bahan baku utamanya.

Seluruh partisipan dari wilayah Tanjung Jabung mendapatkan dukungan penuh dari SKK Migas dan PetroChina Jabung yang bermitra dengan Yayasan Bina Antarbudaya. Program ini menggunakan metode pembelajaran terpadu yang sangat efektif.

Metode tersebut menggabungkan kompetensi teknis STEM dengan kompetensi global yang relevan. Para siswa tidak sekadar belajar teori di dalam kelas, tetapi juga diajak mencari solusi atas masalah nyata di dunia industri.

Mereka dituntut untuk menjawab tantangan terkait energi terbarukan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga penciptaan teknologi hijau yang ramah terhadap alam. Hal ini bertujuan membentuk karakter generasi muda yang solutif.

Sebagai pelengkap dari agenda utama, para siswa juga mendapatkan fasilitas kunjungan edukatif ke beberapa lokasi bersejarah. Mereka diajak mengunjungi Museum Bank Indonesia serta Monumen Nasional di Jakarta.

Kegiatan kunjungan tersebut dilakukan guna memperkuat rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan para peserta. Selain itu, mereka juga diajak untuk meningkatkan literasi sejarah melalui situs-situs bersejarah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi