Pasar ekuitas Amerika Serikat mengawali pekan dengan tekanan koreksi pada kontrak berjangka mereka. Berdasarkan data yang dikutip dari Investortrust, pelemahan ini terjadi di tengah persiapan para pelaku pasar menghadapi periode sibuk rilis kinerja keuangan perusahaan besar dan pengumuman kebijakan moneter.
Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average mencatatkan penurunan sebesar 317 poin atau sekitar 0,6%. Kondisi serupa menimpa kontrak berjangka S&P 500 yang melemah 0,8%, sementara Nasdaq-100 mengalami tekanan lebih dalam dengan depresiasi mencapai 1,1%.
Fokus utama investor tertuju pada lebih dari 90 emiten anggota S&P 500 yang dijadwalkan mempublikasikan laporan kuartalan pekan ini. Beberapa nama besar yang dinantikan pasarnya antara lain raksasa teknologi Apple, Meta Platforms, dan Microsoft.
Sejauh ini, realisasi musim laporan keuangan sebenarnya menunjukkan tren yang positif. Data dari FactSet mengungkapkan bahwa 76% perusahaan yang telah melapor berhasil mencatatkan kinerja di atas ekspektasi para analis.
Namun, performa keuangan yang kuat tidak selalu menjadi jaminan kenaikan harga saham di lantai bursa. Beberapa emiten seperti Intel dan Netflix tetap mengalami koreksi harga meskipun hasil kinerja mereka tercatat melampaui perkiraan pasar sebelumnya.
Kepala riset di Fundstrat, Tom Lee, memberikan pandangannya terhadap situasi pasar saat ini melalui laporannya di CNBC. Ia menilai gambaran besar pertumbuhan laba masih sesuai dengan proyeksi awal.
"Berdasarkan apa yang telah kita lihat sejauh ini, gambaran besarnya masih tetap sama. Kami memperkirakan pertumbuhan laba akan meningkat menjadi 14%, dan karena itu kami menegaskan kembali rekomendasi kami sejak Desember: energi, bahan baku, Magnificent Seven, Bitcoin, dan Ethereum," kata Tom Lee.
Selain faktor fundamental emiten, perhatian pasar juga tersedot ke arah Federal Reserve yang akan mengumumkan kebijakan suku bunga pertama mereka di tahun 2026 ini pada hari Rabu mendatang.
Wall Street diprediksi akan mencermati setiap pernyataan bank sentral untuk mencari petunjuk mengenai waktu pemangkasan suku bunga acuan. Meskipun para ahli memperkirakan suku bunga akan tetap dipertahankan pada pertemuan kali ini, sinyal kebijakan masa depan tetap menjadi prioritas pengamatan.
Kondisi pasar yang bergejolak ini melanjutkan tren negatif dari pekan sebelumnya yang dipicu oleh ketegangan geopolitik. Kekhawatiran pelaku pasar sempat sedikit mereda setelah Presiden Donald Trump mengumumkan adanya kerangka kerja kesepakatan terkait Greenland.
Meski ada sentimen positif dari isu tersebut, indeks S&P 500 tetap menutup pekan lalu dengan penurunan sekitar 0,4%. Angka ini menandai pelemahan mingguan selama dua pekan berturut-turut di pasar modal Amerika Serikat.