Layanan berbagi video YouTube secara resmi menaikkan tarif langganan paket Premium di wilayah Amerika Serikat untuk kategori individu hingga keluarga mulai Senin, 13 April 2026. Penyesuaian harga ini menyasar pengguna baru secara langsung, sementara pelanggan lama akan merasakan dampaknya pada siklus penagihan mendatang.
Berdasarkan data yang dilansir dari Detik iNET, biaya langganan paket individu kini dipatok seharga USD 15,99 atau sekitar Rp 273 ribu per bulan. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar USD 2 dari tarif sebelumnya yang berada di level USD 13,99.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada paket keluarga yang dapat digunakan hingga lima anggota, dengan harga baru mencapai USD 26,99 atau setara Rp 461 ribu. Sebelumnya, paket ini ditawarkan seharga USD 22,99 kepada konsumen di Negeri Paman Sam tersebut.
Varian berlangganan termurah, yakni Premium Lite, turut mengalami penyesuaian menjadi USD 8,99 atau sekitar Rp 153 ribu per bulan. Paket ini tetap mengusung fitur utama penghapusan sebagian besar iklan namun tanpa akses ke layanan YouTube Music.
Pihak manajemen YouTube menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk terus menyempurnakan kualitas layanan serta fitur bagi para pengguna. Pemasukan tambahan ini diklaim akan dialokasikan untuk memberikan dukungan lebih besar kepada para kreator dan artis di platform mereka.
Melalui email pemberitahuan yang dikirimkan kepada pelanggan, perusahaan mengonfirmasi bahwa tarif baru tersebut mulai diaktifkan pada siklus penagihan tanggal 7 Juni 2026. Kebijakan ini menyusul langkah platform lain seperti Netflix dan Amazon Prime Video yang sudah lebih dulu menaikkan harga bulan lalu.
Meskipun terdapat lonjakan biaya di Amerika Serikat, tarif YouTube Premium di Indonesia terpantau masih stabil dan belum mengalami perubahan. Saat ini, harga berlangganan di Indonesia masih bertahan di angka Rp 69 ribu untuk paket individu, Rp 139 ribu untuk paket keluarga, dan Rp 27.500 bagi kategori pelajar.