Waspada Modus Penipuan Terbaru 2026: Kenali Ciri Love Scamming yang Marak Diincar Korban

Waspada Modus Penipuan Terbaru 2026: Kenali Ciri Love Scamming yang Marak Diincar Korban
Foto: Waspada Modus Penipuan Terbaru 2026: Kenali Ciri Love Scamming yang Marak Diincar Korban. (Illustration by Pexels)

Masyarakat diminta untuk ekstra waspada saat menerima ajakan perkenalan dari sosok lawan jenis dengan paras menawan di media sosial atau aplikasi kencan. Peringatan ini muncul menyusul terungkapnya sindikat penipuan internasional yang melibatkan mantan artis, Fabiola Elizabeth, dalam menjaring korbannya.

Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dari Vaksincom, menjelaskan bahwa kelompok ini memiliki cara kerja yang sedikit berbeda dari penipu daring pada umumnya. Jika kebanyakan scammer saat ini beralih menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk panggilan video, kelompok ini justru masih mengandalkan interaksi langsung.

Modus Operandi Menggunakan Daya Tarik Visual

Pelaku sengaja memanfaatkan kehadiran Fabiola Elizabeth untuk melakukan panggilan video secara nyata demi meyakinkan dan memikat para targetnya. Meski melibatkan sosok asli, Alfons menegaskan bahwa inti dari skema penipuan ini tetaplah sama, yaitu memanfaatkan ketertarikan visual.

Proses perkenalan biasanya dimulai dari media sosial atau aplikasi pencarian jodoh dengan menampilkan profil yang sangat menarik. Alfons memberikan saran yang cukup menohok namun realistis bagi para pengguna media sosial agar tidak mudah terperdaya.

Tips sederhana agar terhindar dari jebakan penipuan online:

  • Selalu bersikap skeptis jika ada orang asing yang sangat menawan tiba-tiba mengejar Anda secara agresif.
  • Jangan mudah percaya pada pujian berlebihan dari akun yang baru saja dikenal di dunia maya.
  • Lakukan pengecekan profil secara mendalam sebelum memutuskan untuk memberikan respons lebih lanjut.
  • Hindari memberikan informasi pribadi atau data keuangan kepada orang yang belum pernah ditemui secara fisik.

Menurut Alfons, kesadaran diri akan potensi risiko jauh lebih penting daripada sekadar mengagumi foto profil seseorang. Jika seseorang merasa profilnya biasa saja namun didekati oleh sosok yang tampak sempurna secara fisik, hal itu patut dicurigai sebagai jebakan.

Ancaman Pig Butchering Scam di Media Sosial

Fenomena ini tidak hanya menyasar kaum pria, karena korban perempuan juga kerap menjadi target akun pria tampan palsu di berbagai platform. Alfons menyoroti bagaimana fitur seperti saran pertemanan justru sering dimanfaatkan oleh komplotan penipu untuk mendekati calon korban.

Banyak akun palsu dari luar negeri yang sengaja menggunakan foto-foto menarik agar bisa masuk ke dalam lingkaran pertemanan pengguna. Hal ini sering kali diikuti dengan pengiriman pesan pribadi (DM) yang bertujuan untuk membangun kedekatan emosional sebelum akhirnya melakukan penipuan.

Mengenal istilah dan risiko kejahatan siber yang marak terjadi:

Istilah Kejahatan Deskripsi Singkat
Pig Butchering Scam Modus penipuan di mana korban "digemukkan" dengan janji manis sebelum akhirnya dikuras habis hartanya.
Account Spoofing Penggunaan foto dan identitas orang lain untuk membuat akun palsu guna mengelabui target.
Romance Scam Penipuan berbasis hubungan asmara palsu untuk meminta sejumlah uang atau investasi bodong.

Tabel di atas merangkum beberapa jenis ancaman yang sering kali berawal dari sekadar sapaan di media sosial. Alfons mengingatkan bahwa akun-akun dengan foto seksi atau sangat tampan tersebut sering kali menjadi pintu masuk menuju skema pig butchering scam.

Dalam skema tersebut, korban akan digiring secara perlahan hingga akhirnya terjebak dalam kerugian finansial yang sangat besar. Oleh karena itu, ketelitian dan sikap waspada tetap menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan diri saat beraktivitas di ruang digital.

Artikel terkait

Rekomendasi