Warga Perumahan Taman Mangu Indah, Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengeluhkan kondisi banjir yang semakin sering merendam kawasan permukiman mereka belakangan ini. Fenomena yang semula terjadi dalam siklus lima tahunan tersebut, kini muncul hampir setiap bulan sebagaimana dilansir dari Megapolitan pada Minggu (3/5/2026).
Ketua RT 02 RW 12 Taman Mangu Indah, Sugiyanto, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perubahan frekuensi genangan air yang mulai terasa signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, ia tercatat telah bermukim di kawasan perumahan tersebut sejak tahun 1994.
"Kalau dulu mungkin lima tahunan dan pas musim hujan saja banjirnya. Sekarang ini hujan sedikit saja sudah banjir, bahkan kadang kita enggak hujan, tapi kebanjiran," ujar Sugiyanto, Ketua RT 02 RW 12 Taman Mangu Indah.
Peningkatan volume air tersebut diduga kuat dipicu oleh masifnya pembangunan kawasan permukiman di wilayah hulu, termasuk daerah Bintaro. Hal ini mengakibatkan berkurangnya lahan serapan sehingga debit air yang mengalir menuju Taman Mangu melalui aliran Kali Ciputat menjadi jauh lebih besar.
"Dulu masih banyak lahan kosong, jadi penyerapan air maksimal. Sekarang sudah banyak perumahan, akhirnya airnya makin banyak ke sini," kata Sugiyanto.
Kawasan Taman Mangu memang menjadi titik pertemuan aliran air yang berasal dari wilayah Bintaro. Sugiyanto memberikan konfirmasi mengenai keterkaitan geografis aliran sungai yang melewati wilayah tersebut.
"Ya memang betul, kali di Taman Mangu ini alirannya dari Bintaro itu," kata Sugiyanto.
Mengenai solusi jangka panjang, warga berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai untuk memperlancar arus air. Normalisasi dinilai menjadi langkah konkret yang paling memungkinkan untuk menekan risiko luapan sungai di masa mendatang.
"Paling kali dinormalisasi. Ya mungkin kalau dinormalisasi lagi insya Allah mudah-mudahan agak mengurangin juga," ucap Sugiyanto.
Keresahan serupa dirasakan oleh Ketua RT 04 RW 12, Imawan Susanto, yang menyebutkan bahwa banjir saat ini sudah tidak lagi bergantung pada tingginya curah hujan di wilayah setempat. Ketinggian air pada kejadian terakhir dilaporkan mencapai 50 sentimeter hingga masuk ke dalam rumah warga.
"Sekarang hujan sedikit langsung banjir. Bahkan setahun bisa beberapa kali. Dulu enggak separah ini, bisa lebih dari lima tahun baru banjir lagi," ujar Imawan Susanto, Ketua RT 04 RW 12.
Imawan menambahkan bahwa rumah-rumah yang sudah diupayakan untuk ditinggikan tetap tidak luput dari rendaman air. Ia menyoroti kondisi debit air yang sangat tinggi hingga melampaui batas pertahanan rumah warga.
"Rumah yang sudah ditinggikan sekitar 30 sentimeter saja masih kemasukan air. Apalagi yang lebih rendah," kata Imawan.
Selain masalah debit air, kondisi infrastruktur seperti tanggul dan jalanan di sekitar sungai juga menjadi perhatian warga. Meskipun terdapat tanggul, air dilaporkan tetap merembes melalui celah-celah retakan di permukaan jalan perumahan.
"Jalanan sekarang banyak retak, dan dari retakan itu keluar air. Jadi bukan cuma dari atas, tapi dari bawah juga ngerembes," kata Imawan.
Masalah ini diperparah dengan dugaan perubahan jalur Kali Ciputat di kawasan Bintaro yang tidak lagi mengalir secara normal. Penyempitan jalur air, termasuk di area yang kini menjadi pusat perbelanjaan Bintaro Xchange, disinyalir mengonsentrasikan debit air pada satu aliran tunggal menuju hilir di utara Pondok Aren.
"Efeknya kan sudah pasti, debit air tinggi kalau curah hujan tinggi," ucap Imawan.