Kota Ushuaia di Argentina membantah keras tudingan sebagai lokasi awal penyebaran virus Hanta yang menjangkiti kapal pesiar MV Hondius. Seperti dilansir dari Detik Travel, kapal tersebut terpaksa mengevakuasi penumpangnya di Tenerife, Spanyol, setelah virus merebak dalam pelayaran yang dimulai sejak 1 April 2026.
Otoritas kesehatan Provinsi Tierra del Fuego segera melakukan klarifikasi atas isu kesehatan yang menyeret nama gerbang menuju Antartika tersebut. Direktur Jenderal Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan setempat, Juan Facundo Petrina, menyatakan bahwa wilayahnya tidak memiliki catatan kasus virus Hanta.
"Dalam sejarah Tierra del Fuego, kami tidak pernah memiliki catatan kasus virus hanta," kata Petrina.
Ia menegaskan bahwa sejak penyakit ini masuk dalam kategori wajib lapor pada 1996, belum ada satu pun temuan kasus di wilayah tersebut. Petrina menjelaskan bahwa faktor iklim dan geografis membuat virus tersebut sulit berkembang secara biologis di Ushuaia.
"Kami tidak memiliki subspesies tikus ekor panjang (pembawa virus). Kondisi iklim di sini, baik kelembapan maupun suhu, sangat berbeda dengan Patagonia utara. Selain itu, kami adalah pulau, tikus harus menyeberangi Selat Magellan untuk menginfeksi spesies lokal dan itu hambatan besar," ujar dia.
Pemerintah Argentina tetap merespons situasi ini dengan mengirimkan tim ahli ke Ushuaia guna melakukan riset mendalam. Penyelidikan difokuskan pada titik pembuangan sampah di pinggiran kota yang kerap menjadi sarang tikus sekaligus lokasi pengamatan burung bagi para wisatawan.
Epidemiolog dari Rumah Sakit Anak Ricardo Gutierrez Buenos Aires, Eduardo Lopez, menyebut adanya potensi perubahan ekosistem yang memerlukan perhatian serius. Pergerakan habitat satwa pembawa virus menjadi salah satu alasan investigasi ini tetap dijalankan secara menyeluruh.
"Kasus ini butuh studi lebih lanjut. Tikus kerdil ekor panjang yang habitat aslinya di Andes kini mulai ditemukan di wilayah lain," ujar Lopez.
Stabilitas Pariwisata di Ujung Dunia
Dampak ekonomi menjadi perhatian utama mengingat Ushuaia sangat bergantung pada sektor pariwisata bahari. Juan Manuel Pavlov dari Institut Pariwisata Fuegian mengungkapkan bahwa hampir seluruh pelayaran menuju Antartika bertumpu pada pelabuhan tersebut.
"Industri kapal pesiar adalah fondasi ekonomi provinsi kami. Kami tidak ingin isu ini menutupi upaya kami dalam memprioritaskan kesehatan," kata Pavlov.
Situasi di pelabuhan terpantau tetap kondusif meski kabar mengenai virus Hanta sempat mencuat di media global. Para turis asing dilaporkan tetap melanjutkan agenda perjalanan mereka ke destinasi populer seperti Taman Nasional Tierra del Fuego dan Beagle Channel.
"Kami baru tahu kabar ini sehari sebelum terbang. Tapi karena belum ada kasus terkonfirmasi di sini, kami datang dengan tenang sambil tetap menjaga protokol keamanan," kata wisatawan asal Venezuela, David Bomparp.
Senada dengan Bomparp, Jordan Bermudez yang merupakan wisatawan asal Kosta Rika juga merasa situasi di kota tetap aman untuk dikunjungi.
"Kota ini cukup tenang, semua tur berjalan normal sesuai rencana kami," dia menambahkan.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih menelusuri riwayat perjalanan sepasang penumpang asal Belanda yang diduga sebagai suspek awal. Berdasarkan dugaan sementara, infeksi terjadi saat mereka berada di kawasan pegunungan Patagonia utara sebelum tiba di Ushuaia, namun kepastian akhir masih menunggu hasil laboratorium dari Tenerife.