Update Penanganan Jalan Amblas Lenteng Agung 2026: Resmi Diperbaiki, Arus Lalu Lintas Kembali Normal

Update Penanganan Jalan Amblas Lenteng Agung 2026: Resmi Diperbaiki, Arus Lalu Lintas Kembali Normal
Foto: Update Penanganan Jalan Amblas Lenteng Agung 2026: Resmi Diperbaiki, Arus Lalu Lintas Kembali Normal. (Illustration by Pexels)

Proses perbaikan jalan amblas atau fenomena sinkhole di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, terus dikebut oleh petugas gabungan hingga Sabtu (30/5/2026). Meskipun seluruh lajur saat ini sudah bisa dilewati kendaraan setelah ditutup pelat baja, sejumlah personel tetap disiagakan di lokasi kejadian.

Petugas dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga Suku Dinas Sumber Daya Air terlihat masih berjaga untuk memantau situasi di jalur arah Depok tersebut. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan pengguna jalan mengingat proses pemulihan infrastruktur masih berlangsung di beberapa titik kerusakan.

Kondisi Terkini dan Arus Lalu Lintas di Lenteng Agung

Hingga Sabtu siang, lubang besar di sisi kiri jalan masih terlihat dengan aliran air yang mengalir cukup deras tepat di bawah aspal. Sebagai langkah darurat, pemerintah telah memasang pelat baja berukuran besar agar kendaraan tetap bisa melintas di atas area yang terdampak.

Kepadatan arus lalu lintas masih menjadi pemandangan utama di sekitar lokasi perbaikan jalan tersebut. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sepanjang 200 meter sebelum titik jalan yang ditutup pelat baja, namun tetap bisa bergerak perlahan.

Beberapa fakta terkait infrastruktur di sekitar area jalan amblas antara lain:

  • Terdapat enam tiang listrik dan tiang internet yang lokasinya berada sangat dekat dengan titik amblesan.
  • Tiga tiang di antaranya telah diikat menggunakan tali merah sebagai langkah proteksi agar tidak roboh ke dalam lubang.
  • Kedalaman lubang yang terbentuk mencapai sekitar 3 meter dengan panjang kerusakan kurang lebih 4 meter.
  • Seluruh lajur jalan sebenarnya sudah dibuka sejak Jumat sore setelah pemasangan pelat baja selesai dilakukan.

Kejadian jalan amblas ini pertama kali muncul pada Kamis (28/5) malam dan sempat mengakibatkan kemacetan total pada keesokan harinya. Petugas di lapangan terus berupaya mengurai kepadatan agar mobilitas masyarakat menuju wilayah Depok tidak terganggu lebih lama.

Upaya Normalisasi Saluran Air oleh Sudin SDA

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan melakukan tindakan teknis dengan membobol dinding pembatas saluran air di area sinkhole. Langkah pembobolan ini bertujuan agar aliran air di bawah tanah tidak tersumbat dan dapat mengalir dengan lebih lancar.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, menjelaskan bahwa sebelumnya air sempat mengantre atau tertahan di bagian atas. Setelah dilakukan pengerjaan penggantian box culvert di ujung jembatan, tekanan air mulai berkurang secara bertahap.

Detail mengenai progres penanganan saluran air di lokasi tersebut:

Jenis Penanganan Tujuan Tindakan
Pembobolan Dinding Saluran Memperlancar aliran air yang sempat tertahan di atas lubang.
Penggantian Box Culvert Memperbaiki sistem penyaluran air di bawah badan jalan yang rusak.
Pemantauan Debit Air Memastikan aliran tetap stabil dan tidak memicu pengikisan tanah baru.

Sartono menambahkan bahwa debit air yang deras diprediksi akan terus mereda dalam beberapa waktu ke depan. Ia juga berharap cuaca di Jakarta tetap mendukung dan tidak terjadi hujan ekstrem agar proses pengerjaan tidak terhambat kendala teknis tambahan.

Target Perbaikan Total pada Awal Juni

Pemerintah menargetkan perbaikan pada bagian utama jalan yang amblas akan selesai sepenuhnya pada Senin (1/6) mendatang. Fokus utama pengerjaan saat ini adalah memulihkan struktur induk jalan agar kekuatan fondasi kembali stabil seperti semula.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Jakarta Selatan, Santo, menegaskan bahwa pihaknya sedang mengejar penyelesaian bagian induk dalam tiga hari. Bagian yang dimaksud adalah ruas jalan sepanjang 8,5 meter yang mengalami kerusakan parah akibat gerusan air.

Menurut Santo, jika pengerjaan induk ini rampung sesuai jadwal, maka kendala kemacetan di Lenteng Agung dipastikan akan hilang. Arus lalu lintas diharapkan kembali normal sepenuhnya sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat melintasi jalur utama menuju Depok tersebut.

Pengamanan Tiang Penerangan Jalan Umum (PJU)

Selain masalah saluran air, petugas Bina Marga Jagakarsa juga bergerak cepat untuk mencabut tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) yang terdampak. Tiang-tiang tersebut terancam roboh karena pondasi tanah di sekitarnya terus tergerus oleh aliran air yang kencang.

Staf Satpel Bina Marga Jagakarsa, Febrian Ashar Haq, menyampaikan bahwa kondisi arus di bawah tanah semakin kuat sehingga membahayakan posisi tiang. Pihaknya segera mengambil tindakan pengamanan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bagi pengguna jalan.

Langkah antisipasi yang dilakukan tim Bina Marga meliputi:

  • Melakukan pencabutan tiang PJU yang posisinya sudah miring atau pondasinya tidak stabil.
  • Memastikan instalasi kabel listrik di sekitar area amblas tetap aman dan tidak korsleting.
  • Melakukan koordinasi dengan penyedia layanan internet terkait tiang kabel yang juga terdampak.

Upaya pencabutan tiang ini merupakan bagian dari tanggung jawab Bina Marga dalam memastikan seluruh infrastruktur pendukung jalan tetap aman. Setelah kondisi tanah dipastikan stabil kembali, tiang-tiang lampu tersebut nantinya akan dipasang ulang di posisi yang lebih kokoh.

Penjelasan Wagub Rano Karno Terkait Kondisi Pipa Jakarta

Fenomena jalan amblas di Lenteng Agung ini turut mendapat perhatian dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Ia mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa mayoritas pipa air di wilayah Jakarta sudah berusia sangat tua, bahkan mencapai satu abad.

Informasi tersebut didapatkan Rano berdasarkan data dari perusahaan daerah PAM JAYA yang menyebutkan rata-rata usia pipa air mencapai 100 tahun. Menurutnya, usia pipa yang sangat tua ini membuat infrastruktur bawah tanah menjadi rapuh dan rentan mengalami kebocoran atau kerusakan mendadak.

Rano menyatakan bahwa kondisi pipa yang sudah tidak lagi prima ini menjadi salah satu pemicu terjadinya tanah amblas di berbagai titik. Ia juga menyebutkan bahwa permasalahan serupa tidak hanya dialami oleh Jakarta, tetapi juga pernah terjadi di beberapa negara tetangga.

Mengingat faktor usia pipa yang sudah sangat lama, Rano menilai peristiwa seperti di Lenteng Agung bukan lagi hal yang mengherankan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke depannya perlu melakukan langkah strategis untuk memperbarui infrastruktur bawah tanah guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Artikel terkait

Rekomendasi