Rano Karno Resmi Buka IWDF 2026 di Pos Bloc, Ribuan Penari Ikut Serta

Rano Karno Resmi Buka IWDF 2026 di Pos Bloc, Ribuan Penari Ikut Serta
Foto: Rano Karno Resmi Buka IWDF 2026 di Pos Bloc, Ribuan Penari Ikut Serta. (Illustration by Pexels)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi membuka ajang Indonesia World Dance Festival (IWDF) yang berlangsung di Pos Bloc, Jakarta Pusat. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini digelar meriah pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Sebanyak 1.200 penari dari berbagai wilayah berkumpul untuk menunjukkan bakat mereka dalam festival berskala internasional ini. Kehadiran ribuan peserta tersebut menciptakan atmosfer budaya yang sangat kental di jantung ibu kota.

Daftar provinsi dan negara yang turut memeriahkan perhelatan IWDF 2026:

  • DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah.
  • Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
  • Sumatera Utara, Kepulauan Riau, serta Kepulauan Bangka Belitung.
  • Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua.
  • Peserta mancanegara yang diwakili oleh grup tari dari Korea Selatan.

Rosmala Sari Dewi selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa terdapat 88 grup yang berpartisipasi dalam festival ini. Para peserta tampil memukau dengan balutan busana khas daerah masing-masing yang penuh warna.

Kelompok yang hadir pun sangat beragam, mulai dari sanggar tari, komunitas seni, hingga perwakilan institusi pendidikan. Keanekaragaman ini menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai lapisan masyarakat dalam melestarikan seni tari.

IWDF tidak hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga menghadirkan kompetisi tari yang diikuti oleh peserta lintas generasi. Hal ini bertujuan untuk meregenerasi seniman sekaligus mempererat tali silaturahmi antar pelaku seni.

Ajang ini turut melibatkan para maestro, budayawan, dan penari profesional yang berperan sebagai penampil maupun dewan juri. Kolaborasi elemen seni ini menjadi bukti nyata persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia.

Berbagai rangkaian kegiatan menarik yang diselenggarakan selama festival berlangsung:

  • Kompetisi tari antar grup dari berbagai kategori usia.
  • Parade budaya yang menampilkan kekayaan tradisi nusantara.
  • Pelatihan atau workshop tari topeng tunggal bagi para peminat seni.
  • Gala Performance sebagai puncak acara yang menampilkan pertunjukan terbaik.

Khusus untuk workshop tari topeng, tercatat sebanyak 155 peserta ikut serta mendalami teknik tarian tradisional tersebut. Peserta pelatihan ini juga mencakup para influencer dan konten kreator yang fokus pada bidang seni tari.

Rano Karno memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan festival ini karena dinilai sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global. Ia berharap IWDF dapat menjadi wadah ekspresi yang berkelanjutan bagi sanggar-sanggar tari.

Menurut Rano, esensi dari kegiatan ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan untuk menyebarkan kebahagiaan melalui seni. Ia menegaskan pentingnya menyediakan ruang bagi para seniman untuk menampilkan hasil pembinaan mereka.

Ke depannya, Wakil Gubernur berharap jangkauan peserta internasional dalam festival ini bisa terus diperluas. Ia mengusulkan agar penyelenggaraan berikutnya melibatkan setidaknya dua sanggar tari dari setiap benua di dunia.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta dalam peta seni budaya internasional. Dengan persiapan yang lebih matang, IWDF diproyeksikan menjadi magnet bagi wisatawan dan pelaku seni mancanegara.

Artikel terkait

Rekomendasi