Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cimahi mengoptimalkan pelayanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital untuk merespons lonjakan permohonan warga menjelang masa pendaftaran sekolah atau Sistem Penerimaan Murid Baru, Rabu (27/5/2026).
Peningkatan volume pemohon tersebut didominasi oleh para orang tua yang membutuhkan dokumen kependudukan digital sebagai syarat administrasi masuk sekolah negeri, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Cimahi, Chaeruddin Djoeharie menjelaskan bahwa jumlah pengurus dokumen mengalami kenaikan signifikan dari hari biasanya demi keperluan pendaftaran sekolah.
"Biasanya sebelum SPMB itu hanya 50 orang, sekarang bisa sampai 200-300 orang per hari sejak sepekan terakhir. Hampir semuanya untuk keperluan SPMB," ujarnya.
Pemerintah setempat langsung melakukan penyesuaian sistem di Mal Pelayanan Publik untuk mencegah penumpukan antrean warga. Chaeruddin Djoeharie memastikan bahwa durasi proses aktivasi tersebut berjalan singkat.
"Langsung saja datang ke MPP Kota Cimahi, langsung mendaftar dan dilayani. Beresnya enggak sampai sehari, paling 30 menit juga sudah selesai," katanya.
Seorang warga setempat, Desi Arisanti, sengaja mendatangi lokasi penumpukan layanan demi memastikan persyaratan administratif anaknya tidak mengalami hambatan saat pendaftaran.
"Sekarang katanya harus aktif dulu IKD-nya untuk daftar sekolah, jadi saya urus dari sekarang biar tidak mepet," ujarnya.
Perempuan berusia 35 tahun tersebut menambahkan bahwa mekanisme pengurusan di lapangan tetap berjalan secara efektif dan responsif meskipun kondisi antrean sudah padat sejak pagi.
"Alhamdulillah pelayanannya cepat, begitu dipanggil langsung diproses dan tidak lama selesai," ujarnya.
Otoritas kependudukan setempat terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk segera mengaktifkan identitas digital mereka tanpa menunda. Langkah antisipasi ini ditargetkan mampu mengurai potensi penumpukan massa di akhir periode penerimaan siswa baru.