UMM Siapkan Beasiswa Khusus Demi Hapus Stigma Negatif Aktivis Kampus

UMM Siapkan Beasiswa Khusus Demi Hapus Stigma Negatif Aktivis Kampus
Foto: Ilustrasi UMM Siapkan Beasiswa Khusus Demi Hapus Stigma Negatif Aktivis Kampus.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalankan langkah progresif untuk mengikis anggapan negatif mengenai aktivis kampus. Kegiatan berorganisasi selama ini sering dituding membuang waktu dan menunda kelulusan mahasiswa.

Perguruan tinggi yang dikenal sebagai Kampus Putih tersebut berencana mengapresiasi kiprah penggerak organisasi. Apresiasi ini diberikan melalui skema beasiswa khusus dan pengakuan sebagai mahasiswa berprestasi, seperti dilansir dari Edukasi.

Rencana besar ini mencuat dalam forum Dialektika Kampus Putih yang digelar Badan Executif Mahasiswa (BEM) UMM di Convention Hall Sengkaling Kuliner, Sabtu (4/4/2026). Forum silaturahmi pasca-Idul Fitri tersebut berubah menjadi panggung kabar gembira bagi ratusan fungsionaris organisasi mahasiswa (Ormawa).

Wakil Rektor III UMM Nur Subeki menegaskan komitmen universitas untuk mengubah paradigma mengenai aktivis. Kontribusi mahasiswa yang aktif di BEM, Senat, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan aset berharga bagi reputasi universitas.

ÔÇØKami sedang mematangkan mekanisme beasiswa khusus bagi mahasiswa aktivis. Kami ingin mereka tidak hanya cakap dalam berorganisasi, tetapi juga merasa didukung secara finansial dan akademis oleh kampus,ÔÇØ ujarnya melansir laman UMM, Selasa (7/4/2026).

Keaktifan para mahasiswa tersebut ke depan akan dikategorikan sebagai prestasi. Nur Subeki meyakini bahwa berkiprah di dalam organisasi adalah bentuk pencapaian yang luar biasa bagi mahasiswa.

UMM juga berkomitmen memberikan fasilitas pendampingan selain dukungan materi. Pihak kampus akan mengawal setiap inisiatif mahasiswa, termasuk Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan lapangan.

Jawaban atas Keresahan Mahasiswa

Kebijakan baru ini disambut positif oleh Presiden Mahasiswa UMM, Wahyuddin Fahrurrijal. Langkah ini dinilai menjadi solusi atas dilema mahasiswa dalam membagi fokus antara biaya kuliah, tuntutan akademik, dan tanggung jawab organisasi.

ÔÇØIni adalah langkah strategis. Selama satu periode ini, kami di BEM berusaha menjalankan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan mahasiswa,ÔÇØ tutur Wahyuddin.

Minat mahasiswa dalam berorganisasi diyakini akan meningkat tajam dengan adanya beasiswa bagi pengurus ormawa. Wahyuddin menambahkan bahwa berorganisasi adalah soft skill yang tidak didapatkan mahasiswa di dalam kelas.

Perwakilan UKM yang hadir, Siti Aminah, turut mengaku lega dengan adanya kebijakan baru tersebut. Ia merasa peran aktivis yang selama ini dianggap bekerja di balik layar akhirnya mendapatkan apresiasi yang setara.

ÔÇ£Selama ini kami sering merasa ÔÇÿpejuang di balik layarÔÇÖ yang kurang terlihat. Dengan adanya kategori mahasiswa berprestasi bagi aktivis, kami merasa dihargai. Ini membuktikan UMM melihat prestasi secara luas, tidak hanya soal angka di KHS (Kartu Hasil Studi),ÔÇØ ungkap Siti.

Dukungan beasiswa dan pengakuan resmi ini diharapkan membantu para aktivis UMM tidak hanya lulus sebagai sarjana secara akademik. Mahasiswa juga diharapkan tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang memiliki kemandirian serta integritas tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi