Prudential dan BPJS Ketenagakerjaan Bagi Strategi Siapkan Dana Sekolah Anak

Prudential dan BPJS Ketenagakerjaan Bagi Strategi Siapkan Dana Sekolah Anak
Foto: Ilustrasi Prudential dan BPJS Ketenagakerjaan Bagi Strategi Siapkan Dana Sekolah Anak.

Menyiapkan dana pendidikan anak pada tahun 2026 menjadi kebutuhan mendesak bagi orang tua. Biaya masuk sekolah yang terus melonjak setiap tahun memerlukan perencanaan matang agar tabungan tidak kurang saat tagihan uang pangkal tiba.

Orang tua disarankan untuk menghitung dengan angka yang realistis sebagai langkah awal. Hal ini penting agar rencana masa depan anak tidak terganggu di tengah jalan akibat salah perhitungan.

Menghitung dana sekolah dapat dimulai dengan jujur pada target yang ingin dicapai. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah melakukan survei langsung ke sekolah yang diincar untuk mencatat biaya uang masuk dan biaya bulanan saat ini.

Melansir dari Personalfinance yang mengutip laman Prudential Indonesia, harga dasar tersebut harus disesuaikan dengan inflasi. Biaya pendidikan biasanya mengalami kenaikan sekitar 10-15% setiap tahunnya.

Sebagai contoh, jika biaya kuliah di kampus incaran saat ini mencapai Rp150 juta, angka tersebut bisa berubah menjadi lebih dari Rp300 juta saat anak mulai kuliah nanti.

Dikutip dari Personalfinance berdasarkan artikel di laman BPJS Ketenagakerjaan, perencanaan yang baik juga harus memasukkan komponen biaya kecil. Orang tua wajib mencatat kebutuhan seragam, buku, transportasi, hingga uang les tambahan agar tidak kaget di awal semester.

Tahapan Praktis Menyiapkan Dana Sekolah

Orang tua dapat mengikuti beberapa tahapan simpel untuk mulai mengumpulkan dana sekolah anak:

Pertama, tentukan jenjang sekolah mulai dari TK hingga bangku kuliah secara spesifik agar perhitungan lebih akurat.

Kedua, gunakan logika inflasi dengan membayangkan harga sekolah akan naik dua kali lipat setiap 7-10 tahun.

Ketiga, cek sisa waktu yang dimiliki untuk menyisihkan uang, misalnya 72 bulan jika anak masih bayi dan akan masuk SD 6 tahun lagi.

Keempat, cari tempat menyimpan uang yang pas dan mampu mengimbangi kenaikan biaya, seperti reksa dana atau emas untuk jangka menengah.

Kelima, hitung cicilan bulanan dengan membagi total biaya masa depan dengan jumlah bulan yang tersedia.

Investasi dan Proteksi Jiwa

Menabung biasa dinilai tidak cukup untuk mengejar kenaikan harga sekolah, sehingga orang tua membutuhkan investasi agar uang tumbuh lebih cepat. Di sisi lain, asuransi jiwa juga sangat penting sebagai jaring pengaman agar pendidikan anak tetap berjalan jika terjadi risiko pada pencari nafkah.

Orang tua yang memulai perencanaan sejak anak masih dalam kandungan akan merasa lebih ringan karena beban bulanan yang disisihkan tidak terlalu besar.

Tips Tambahan Menjaga Kesehatan Keuangan

Mulai menyisihkan dana sejak dini dengan jumlah kecil secara rutin dan disiplin tanpa harus menunggu memiliki gaji besar. Lakukan evaluasi tabungan setiap tahun untuk memastikan dana yang dikumpulkan tetap berada di jalur yang benar.

Diskusikan urusan ini dengan pasangan agar memiliki visi yang sama dalam berhemat. Manfaatkan bonus tahunan atau THR untuk langsung dialokasikan ke rekening dana pendidikan sebelum habis digunakan untuk gaya hidup.

Fokus pada kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh sekolah, bukan pada gengsi. Memilih sekolah yang bagus namun tetap masuk akal bagi keuangan keluarga menjadi kunci agar terhindar dari utang di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi