Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan telah menerima pendaftaran 28 nama calon direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk masa jabatan 2026-2030 pada Selasa (5/5/2026). Puluhan kandidat tersebut terbagi dalam empat paket yang diajukan oleh kelompok pemegang saham sebelum tenggat pendaftaran ditutup sehari sebelumnya.
Sebagaimana dilansir dari Money, setiap paket yang masuk ke meja regulator terdiri dari tujuh orang kandidat guna mengisi seluruh posisi direksi bursa. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, memberikan konfirmasi mengenai kelengkapan administrasi tahap awal para pendaftar tersebut.
"Tepat hari kemarin, kami telah menerima pengajuan 4 paket calon direksi Bursa Efek Indonesia periode 2026-2030 yang kami periksa memenuhi persyaratan awal pengajuan pendaftaran ke OJK," ujarnya Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Hasan menjelaskan bahwa latar belakang para pelamar tidak terbatas pada pelaku industri pasar modal saja. Sejumlah profesional dari sektor teknologi informasi hingga sektor keuangan lainnya tercatat ikut serta dalam bursa pencalonan kali ini.
"Tentu pada saat terpilih nanti diharapkan dapat memperkaya perspektif dan kapasitas organisasi Bursa Efek Indonesia secara strategis ke depan," imbuhnya Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Para kandidat kini diwajibkan melewati tahap penelusuran rekam jejak serta penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh tim penguji OJK. Proses seleksi ketat ini dilakukan untuk menjamin integritas dan kompetensi pemimpin bursa di masa mendatang.
"Tentu keseluruhan mekanisme pemilihan ini dirancang agar memastikan bahwa seluruh kandidat memiliki kapasitas yang memadai dalam nantinya menjalankan fungsi pengelolaan kegiatan bursa efek secara profesional, independen, dan berintegritas serta tentu diharapkan mampu menjaga kepercayaan dan juga menjaga stabilitas pasar," jelasnya Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
OJK menekankan bahwa kepemimpinan baru BEI harus mampu memperdalam pasar modal Indonesia dan meningkatkan daya saing secara global. Hal tersebut mencakup penguatan tata kelola, peningkatan likuiditas, hingga adaptasi infrastruktur teknologi yang andal.
"Dengan demikian, keseluruhan rangkaian proses seleksi para kandidat calon direksi bursa efek Indonesia ini diharapkan nantinya menghasilkan nama-nama yang terpilih menduduki posisi 7 jabatan direksi Bursa Efek Indonesia," kata Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Pihak otoritas mengharapkan hasil akhir dari seleksi ini memunculkan figur-figur yang memiliki visi strategis untuk pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan.
"Dan menjadi pemimpin di bursa efek yang tentu tidak hanya memenuhi ketentuan regulasi semata tetapi juga memiliki masing-masing visi yang strategis dan kemampuan eksekusi yang kuat dalam membawa pasar modal kita menjadi lebih dalam, lebih liquid lagi, mampu berdaya saing secara global, dan tumbuh secara berkelanjutan," tambahnya Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.