Empat Sektor Utama Dorong Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen

Empat Sektor Utama Dorong Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen
Foto: Ilustrasi Empat Sektor Utama Dorong Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen.

Empat sektor utama yakni manufaktur, konstruksi, infrastruktur, dan teknologi diproyeksikan menjadi tulang punggung pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dilansir dari Ekonomi, kestabilan makroekonomi dan politik nasional menjadi modal penting dalam menarik modal asing pada Selasa (28/4/2026).

Global Chief Economist Juwai IQI, Shan Saeed, memberikan pandangan positif terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global. Menurutnya, inflasi yang terkendali serta nilai tukar mata uang yang stabil menjadi fondasi kuat bagi pemerintahan baru dalam menggerakkan roda perekonomian beberapa tahun ke depan.

Sektor perbankan diharapkan berperan aktif dalam menyalurkan pembiayaan ke bidang-bidang produktif tersebut. Saeed memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit perbankan akan terus meningkat secara signifikan untuk mendukung pemenuhan target ambisius yang dicanangkan oleh pemerintah saat ini.

"Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kredit perbankan akan terus tumbuh. Sektor-sektor yang diperkirakan akan mendorong pertumbuhan kredit di antaranya manufaktur, konstruksi, infrastruktur, dan teknologi," ujar Shan Saeed, Global Chief Economist Juwai IQI.

Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi outstanding kredit perbankan hingga Maret 2026 telah mencapai Rp8.516 triliun. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 8,9 persen secara tahunan (YoY), dengan kontribusi terbesar berasal dari penyaluran kredit kepada korporasi yang melonjak hingga 14 persen.

Pertumbuhan paling pesat terlihat pada sektor konstruksi yang masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 30,3 persen untuk modal kerja dan 65,7 persen untuk investasi. Sementara itu, kredit perorangan tumbuh moderat sebesar 4 persen, dengan kenaikan signifikan pada segmen KPR dan kredit multiguna.

Saeed optimistis bahwa momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih dapat terjaga pada level 5 persen. Bahkan, ia melihat peluang bagi pemerintahan Presiden Prabowo untuk mendorong angka tersebut hingga menyentuh level 6 persen melalui pemanfaatan konsumsi domestik dari 280 juta penduduk.

"Kelas menengah di Indonesia itu tulang punggung ekonomi. Program-program prioritas Presiden harus konsisten dijalankan. Tentu saja, dampak dari kebijakan yang dihadirkan itu akan membutuhkan waktu. Tapi setidaknya kebutuhan dasar masyarakat, makan, energi, dan lain-lain mesti dijamin oleh pemerintah," kata Shan Saeed, Global Chief Economist Juwai IQI.

Keseimbangan antara konsumsi kelas atas dan penguatan kelas menengah dianggap krusial dalam menciptakan efek turunan bagi ekonomi bawah. Saat ini, meskipun penyaluran kredit kendaraan bermotor mengalami kontraksi 9,2 persen, daya beli masyarakat pada sektor properti tetap menunjukkan tren positif.

Artikel terkait

Rekomendasi