Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan capaian produksi minyak nasional hingga saat ini masih belum menyentuh target.
Berdasarkan data terbaru, realisasi produksi minyak yang siap jual atau lifting hingga 31 Mei 2026 baru mencapai 576,2 ribu barel per hari (bph).
Angka tersebut setara dengan 94,4 persen dari total target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 610 ribu bph.
Penyebab Utama Terhambatnya Produksi Minyak
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa rendahnya realisasi ini disebabkan oleh sejumlah gangguan operasional yang terjadi sejak awal tahun.
Salah satu kendala fatal terjadi pada kuartal pertama berupa kebocoran pipa milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI).
Insiden tersebut berdampak langsung pada operasional tujuh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Terminal Dumai serta dua pemasok gas utama.
Djoko menyebutkan bahwa pada Januari produksi merosot tajam karena pipa yang putus membuat operasional tujuh KKKS terpaksa berhenti sementara.
Setelah masalah pipa teratasi, produksi sempat merangkak naik, namun gangguan baru kembali muncul pada kuartal kedua tahun ini.
Kendala tersebut meliputi masalah sistem kelistrikan di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) serta penurunan produksi alami di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.
Kedua blok migas tersebut merupakan tulang punggung produksi nasional, sehingga gangguan di sana sangat memengaruhi angka pencapaian secara keseluruhan.
Rincian Realisasi Produksi dan Salur Gas
Berikut adalah rincian komponen produksi minyak, kondensat, dan NGL hingga akhir Mei 2026:
- Minyak Bumi: 491,3 ribu barel per hari (bph).
- Kondensat: 55,8 ribu barel per hari (bph).
- NGL (Natural Gas Liquids): 29,1 ribu barel per hari (bph).
Data di atas menunjukkan akumulasi total produksi yang mencapai 576,2 ribu bph sebagai gabungan dari ketiga unsur tersebut.
Laporan perkembangan rata-rata produksi minyak per bulan sepanjang tahun 2026:
| Bulan (2026) | Realisasi Produksi (bph) |
|---|---|
| Januari | 528.099 |
| Februari | 590.315 |
| Maret | 599.422 |
| April | 586.665 |
| Mei | 577.874 |
Tabel ini menggambarkan fluktuasi produksi minyak nasional yang sempat menguat di bulan Maret namun kembali melandai pada bulan Mei.
Kinerja Sektor Gas Bumi
Sektor gas bumi juga menunjukkan tren yang serupa, di mana realisasi salur gas hingga akhir Mei 2026 berada pada angka 5.207 MMSCFD.
Pencapaian ini baru menyentuh 94,5 persen dari target APBN yang mematok angka 5.508 MMSCFD untuk tahun ini.
Pada bulan Mei, volume salur gas tercatat turun ke level 4.786 MMSCFD setelah sebelumnya stabil di kisaran 5.200 hingga 5.300 MMSCFD.
Meski menghadapi berbagai tantangan, SKK Migas memproyeksikan outlook produksi gas hingga akhir tahun tetap bisa mencapai 6.787 MMSCFD.
Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan operasional di lapangan-lapangan utama guna mengejar ketertinggalan target lifting di sisa tahun berjalan.