Sejumlah awak kabin membeberkan berbagai pengalaman buruk terkait perilaku penumpang yang tidak higienis dan mengganggu kenyamanan dalam sebuah wawancara video yang dirilis pada Rabu (15/4/2026). Laporan tersebut mengungkap sisi lain kehidupan di balik layar penerbangan yang sering kali mengejutkan.
Dilansir dari Detik Travel, salah satu masalah utama yang disoroti adalah kurangnya kesadaran penumpang terhadap kebersihan fasilitas pesawat. Joy, seorang pramugari dengan masa kerja enam tahun, mengungkapkan bahwa meja lipat sering kali disalahgunakan oleh penumpang untuk menopang kaki telanjang mereka.
"Hal paling menjijikkan yang pernah saya lihat adalah seseorang meletakkan kakinya di atas meja lipat," kata Joy, pramugari. Insiden tersebut dinilai sangat tidak higienis mengingat fungsi meja tersebut adalah sebagai tempat meletakkan makanan dan minuman.
Selain masalah meja lipat, Joy juga mencatat kebiasaan buruk orang tua yang membiarkan anak balita mereka masuk ke toilet tanpa menggunakan alas kaki. Ia menegaskan bahwa lantai toilet pesawat sering kali tidak bersih dan terdapat tetesan air kencing di berbagai sudut yang membahayakan kesehatan balita.
Joy bahkan sempat menyaksikan kejadian aneh saat seorang penumpang berdiri dengan kondisi celana melorot. Penumpang tersebut langsung duduk kembali ke kursinya tanpa berusaha membenarkan posisi pakaiannya, sebuah tindakan yang dianggap sangat tidak sopan dan mengganggu pemandangan di area kabin.
Sementara itu, pramugari lain bernama Amara menyoroti gangguan komunikasi yang sering terjadi akibat ego penumpang yang merasa sudah sering bepergian. Penumpang tipe ini kerap mengabaikan peraturan dengan tetap melakukan panggilan telepon selama penerbangan, yang meskipun tidak berbahaya secara teknis, sangat mengganggu alur kerja awak kabin.
Persoalan fisik juga muncul ketika penumpang meminta bantuan awak kabin untuk mengangkat tas berat ke bagasi atas atau kompartemen. Pramugara Jorge menjelaskan bahwa di banyak maskapai, kru dilarang melakukan hal tersebut guna menghindari risiko cedera fisik yang dapat menghambat tugas utama mereka dalam menjaga keselamatan penerbangan.