Penyebab Bos BP Mendadak Dipecat, Kabar Terbaru yang Mengejutkan di 2026

Penyebab Bos BP Mendadak Dipecat, Kabar Terbaru yang Mengejutkan di 2026
Foto: Penyebab Bos BP Mendadak Dipecat, Kabar Terbaru yang Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)

Dunia energi global dikejutkan dengan kabar pemecatan mendadak Albert Manifold dari posisinya sebagai Chairman BP. Langkah ekstrem ini diambil oleh manajemen perusahaan migas raksasa asal Inggris tersebut setelah muncul berbagai isu terkait tata kelola dan perilaku kepemimpinan.

Keputusan tersebut tidak datang tanpa alasan yang mendalam. Manajemen menyoroti serangkaian tindakan Manifold yang dinilai tidak selaras dengan standar profesionalisme perusahaan.

Pertemuan Rahasia dengan Elliott Management

Berdasarkan laporan dari dua sumber internal yang dihimpun Reuters, pemecatan ini dipicu oleh pertemuan diam-diam antara Manifold dengan Elliott Management. Elliott merupakan pemegang saham aktivis yang selama ini dikenal kritis terhadap kebijakan perusahaan.

Masalah utama muncul karena Manifold melakukan pertemuan tersebut tanpa memberikan informasi terlebih dahulu kepada anggota dewan direksi lainnya. Meskipun Manifold mengklaim telah melapor kepada tim hubungan investor, tindakan ini dianggap sebagai bentuk komunikasi sepihak.

Rincian interaksi Manifold dengan investor dan tim internal :

  • Manifold bertemu dengan perwakilan Elliott Management secara berulang kali.
  • Ia mengklaim telah memberi tahu departemen hubungan investor BP mengenai pertemuan tersebut.
  • Namun, anggota dewan direksi lainnya tidak menerima laporan resmi terkait diskusi tersebut.
  • Kebijakan internal mewajibkan semua interaksi investor dilaporkan secara rutin kepada dewan sebagai bagian dari transparansi tata kelola.

Secara teknis, pertemuan tersebut mungkin tidak langsung melanggar aturan baku perusahaan. Namun, dewan direksi memandangnya sebagai tindakan tanpa itikad baik yang merusak kepercayaan kolektif antar pimpinan.

Tudingan Perilaku Intimidatif

Selain masalah komunikasi dengan investor, Manifold juga menghadapi keluhan serius terkait gaya kepemimpinannya. Empat sumber menyatakan bahwa ia kerap bersikap agresif dan melakukan intimidasi terhadap rekan kerja maupun staf di berbagai level.

Pola perilaku yang dianggap menekan ini membuat posisi Manifold di perusahaan menjadi tidak lagi dapat dipertahankan. Dewan direksi merasa khawatir bahwa atmosfer kerja yang tidak sehat akan berdampak buruk pada performa jangka panjang BP.

Sebagai langkah antisipasi cepat, manajemen kini telah menunjuk Ian Tyler untuk menjabat sebagai Chairman sementara. Perubahan ini dilakukan guna menjaga stabilitas operasional perusahaan di tengah gejolak kepemimpinan.

Target Elliott Management di BP

Elliott Management, hedge fund asal Amerika Serikat, diketahui memiliki pengaruh yang signifikan di dalam BP. Sejak tahun lalu, mereka menguasai lebih dari 5 persen saham perusahaan dan mendorong berbagai perubahan radikal.

Beberapa poin perubahan yang diajukan oleh Elliott Management antara lain :

  • Pengurangan biaya operasional perusahaan secara besar-besaran.
  • Pengalihan fokus belanja modal dari proyek energi terbarukan kembali ke sektor minyak dan gas.
  • Penyederhanaan struktur organisasi agar lebih efisien dan kompetitif.
  • Percepatan restrukturisasi untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Menariknya, Manifold secara pribadi sebenarnya setuju untuk mempercepat restrukturisasi tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, BP bahkan sudah mulai menerapkan sebagian besar perubahan yang diinginkan oleh pihak Elliott.

Pembelaan Albert Manifold

Menanggapi pemecatannya, Albert Manifold memberikan pernyataan yang cukup tegas pada Kamis (28/5). Ia mengaku sangat terkejut karena pelengseran dirinya dilakukan secara mendadak tanpa ada peringatan awal.

Manifold mengakui bahwa dirinya memang sosok yang keras dalam memimpin demi mencapai target efisiensi. Namun, ia menekankan bahwa sikap tersebut semata-mata dilakukan untuk mendorong perbaikan kinerja dan komunikasi pemegang saham.

Ia menyatakan siap melawan segala narasi palsu yang menyudutkan reputasinya di mata publik. Manifold juga mengecam pihak-pihak yang memberikan komentar buruk tentang dirinya dengan berlindung di balik anonimitas.

Ringkasan konflik kepemimpinan di BP dalam tiga tahun terakhir :

Pejabat yang Keluar Penyebab Kepergian Dampak pada Perusahaan
Bernard Looney (Eks CEO) Pemecatan/Pengunduran Diri Paksa Krisis kepercayaan investor awal
Murray Auchincloss (Eks CEO) Diberhentikan dari jabatan Ketidakpastian arah strategi hijau
Albert Manifold (Chairman) Masalah tata kelola dan perilaku Saham anjlok hingga 9 persen

Tabel di atas menunjukkan bahwa BP sedang mengalami periode kepemimpinan yang sangat tidak stabil. Kepergian Manifold menambah daftar panjang petinggi yang harus hengkang dalam waktu singkat, yang tentu menjadi sinyal negatif bagi pasar modal.

Dampak Terhadap Harga Saham

Reaksi pasar terhadap berita pemecatan ini sangat buruk, di mana saham BP langsung merosot hingga 9 persen. Penurunan tajam ini menunjukkan keraguan investor terhadap kemampuan manajemen dalam menjaga stabilitas internal.

Kejadian ini menjadi pukulan telak bagi upaya BP untuk membuktikan bahwa mereka telah kembali stabil setelah bertahun-tahun dilanda masalah. Padahal, Manifold awalnya direkrut untuk menggantikan Helge Lund guna memulihkan kepercayaan para pemegang saham.

Hingga saat ini, pihak Elliott Management maupun juru bicara resmi Manifold belum memberikan tanggapan lebih lanjut terkait langkah hukum berikutnya. Kondisi ini membuat masa depan strategi pemulihan BP kini kembali dipertanyakan oleh banyak pihak.

Artikel terkait

Rekomendasi