Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana memanggil pihak pengembang untuk mengklarifikasi dugaan perubahan aliran Kali Ciputat di kawasan Bintaro pada Selasa, 29 April 2026. Langkah ini diambil setelah muncul laporan bahwa badan sungai tersebut dialihfungsikan menjadi area pusat perbelanjaan.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyatakan bahwa pihaknya baru menerima informasi mengenai penutupan aliran kali yang diduga terjadi sejak masa awal berdirinya kota tersebut. Pemerintah daerah saat ini tengah menindaklanjuti laporan tersebut untuk memastikan kondisi di lapangan.
ÔÇ£Kalau enggak salah itu sekitar 2011, awal-awal Tangsel berdiri. Kemarin saya juga baru mendapatkan informasi, nanti akan saya coba tindaklanjuti,ÔÇØ ujar Pilar saat ditemui di Cinere Mas, Pisangan, Selasa (29/4/2026).
Pilar menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak pengembang akan segera dilakukan guna membedah status aset dan fungsi lahan yang dipersoalkan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyinkronkan data pemerintah dengan kondisi fisik yang ada di kawasan komersial tersebut.
ÔÇ£Dalam waktu dekat kami akan duduk bersama ya dari pihak pengembang, sama yang aset kita yang seperti apa,ÔÇØ kata dia.
Selain masalah alih fungsi, otoritas setempat juga tengah melakukan verifikasi terhadap status kepemilikan aset sungai tersebut. Penelusuran dokumen dilakukan untuk melihat apakah aliran air tersebut berada di bawah wewenang pemerintah kota atau provinsi.
ÔÇ£Nah itu juga asetnya apakah milik Pemerintah Kota atau milik Provinsi, karena sungai itu kan ada kepemilikannya biasanya,ÔÇØ ucap Pilar.
Berdasarkan laporan Megapolitan, aliran Kali Ciputat di Bintaro Jaya Sektor 7 diduga terputus dan beralih fungsi menjadi area Bintaro Jaya Xchange (BXc) Mall. Temuan ini didapat saat Panitia Khusus (Pansus) Raperda RTRW DPRD Kota Tangerang Selatan melakukan inspeksi mendadak pada Selasa (21/4/2026).
Ketua Pansus Ahmad Syawqi menjelaskan bahwa pemantauan lapangan menunjukkan adanya indikasi kuat perubahan jalur badan sungai. Aliran yang seharusnya melintasi area yang kini menjadi mal justru berbelok ke arah lain.
"Kemarin kita temukan ada perubahan aliran sungai di badan sungai di Pondok Aren," ujar Syawqi saat dihubungi, Kamis (23/4/2026).
Syawqi menambahkan bahwa perubahan arus ini diduga menjadi salah satu pemicu meningkatnya intensitas banjir di wilayah utara Pondok Aren. Kawasan perumahan seperti Maharta disebut sering terdampak luapan air akibat aliran kali yang tidak optimal.
"Itu kan Maharta dan sekitarnya kan banjir juga. Itu kan efeknya ke utara Pondok Aren situ, karena kan itu alirannya Kali Ciputat," kata dia.
Merespons situasi tersebut, pihak pengembang menyatakan komitmennya untuk mengikuti prosedur pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak legislatif maupun eksekutif. Mereka menyatakan kesiapan untuk menyediakan seluruh dokumen administrasi yang diperlukan.
ÔÇ£Untuk tahapan selanjutnya kita menunggu, tapi pihak JRP bakal kooperatif sekali,ÔÇØ ujar manajemen bidang perencanaan PT Jaya Real Property Tbk (JRP), Virona Pinem.