Pemerintah Bangun 104 Sekolah Rakyat Baru Perluas Akses Pendidikan

Pemerintah Bangun 104 Sekolah Rakyat Baru Perluas Akses Pendidikan
Foto: Ilustrasi Pemerintah Bangun 104 Sekolah Rakyat Baru Perluas Akses Pendidikan.

Pemerintah tengah mengakselerasi penyediaan akses pendidikan bagi masyarakat miskin ekstrem melalui proyek Sekolah Rakyat. Langkah ini diwujudkan dengan pembangunan 104 unit sekolah baru yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Dilansir dari Investortrust, inisiatif ini merupakan bagian dari target besar untuk menghadirkan fasilitas pendidikan di 32 provinsi serta 102 kabupaten dan kota. Daya tampung sekolah ini diproyeksikan mencapai 112.320 siswa yang terbagi dalam 3.744 rombongan belajar.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini fokus mengatasi beragam kendala teknis di lapangan. Hal tersebut mencakup kemudahan akses menuju lokasi, kelancaran distribusi material bangunan, hingga kesiapan infrastruktur penunjang guna memastikan proyek rampung sesuai jadwal.

"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas," kata Menteri PU Dody Hanggodo, ditulis Senin (23/3/2026).

Di wilayah Jawa Tengah, pengerjaan Sekolah Rakyat Tahap II menunjukkan kemajuan yang berarti. Proyek tersebut menyasar 11 titik lokasi yang dikelompokkan ke dalam dua wilayah kerja utama.

Wilayah Jawa Tengah 1 meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Brebes, Wonosobo, dan Temanggung. Sementara itu, wilayah Jawa Tengah 2 mencakup Kabupaten Jepara, Pati, Rembang, Sragen, Sukoharjo, serta Kota Semarang.

Laporan terkini mencatat bahwa progres di beberapa titik bahkan melampaui rata-rata nasional. Kabupaten Sragen menjadi salah satu daerah dengan pencapaian konstruksi yang cukup signifikan dibandingkan wilayah lainnya.

Sinergi antara Kementerian PU dengan pemerintah daerah terus diperkuat untuk menjamin penyelesaian tepat waktu. Keberadaan sekolah ini diharapkan mampu memeratakan kualitas pembelajaran di seluruh pelosok tanah air.

Hingga 22 Maret 2026, akumulasi progres pembangunan secara nasional dilaporkan telah menyentuh angka 15,54%. Pada fase kedua ini, setiap sekolah menempati lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Kompleks pendidikan ini dirancang dengan konsep modern dan terintegrasi berbasis teknologi. Fasilitas yang tersedia mencakup ruang kelas, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, hingga asrama untuk siswa dan pengajar.

Kawasan sekolah juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang komprehensif. Mulai dari kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, hingga penyediaan ruang terbuka hijau bagi lingkungan sekolah.

Artikel terkait

Rekomendasi