PT Mandiri Utama Finance (MUF) berhasil mencatatkan rapor hijau pada kinerja penyaluran pembiayaan mobil baru di awal tahun ini. Hingga periode Maret 2026, realisasi pembiayaan kendaraan roda empat di perusahaan ini mengalami pertumbuhan sebesar 12,35 persen secara tahunan.
Segmen mobil baru tetap mendominasi portofolio bisnis MUF dengan angka kontribusi yang sangat signifikan. Saat ini, kategori tersebut menyumbang sekitar 59,4 persen dari total keseluruhan penyaluran pembiayaan yang dilakukan perusahaan.
Direktur PT Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian Sukoco Sinaga, mengungkapkan bahwa tren positif ini dipicu oleh gairah masyarakat dalam membeli kendaraan. Minat konsumen terhadap mobil baru terlihat terus merangkak naik dibandingkan periode sebelumnya.
Dapot menjelaskan bahwa membaiknya kondisi ekonomi nasional menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan bisnis otomotif ini. Selain itu, adanya momentum menjelang bulan Ramadan turut memberikan stimulus pada tingginya permintaan pasar.
Beberapa faktor pendukung lainnya juga memainkan peran penting dalam dinamika pembiayaan di segmen kendaraan roda empat ini. Ketersediaan unit di pasar dan beragam program penjualan menarik dari pihak dealer menjadi daya tarik tersendiri bagi calon debitur.
Di samping itu, meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap teknologi kendaraan listrik juga mulai memengaruhi pola pembiayaan. Faktor-faktor tersebut saling berkaitan dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih bergairah bagi perusahaan.
Strategi Pertumbuhan dan Kualitas Aset
Dalam menjalankan roda bisnisnya, MUF berkomitmen untuk selalu menerapkan strategi penyaluran pembiayaan yang sangat berhati-hati atau prudent. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kualitas aset agar tetap dalam kondisi prima.
Manajemen MUF memastikan bahwa meskipun mengejar target pertumbuhan, kesehatan portofolio keuangan tetap menjadi prioritas utama. Perusahaan ingin memastikan setiap pembiayaan yang disalurkan memiliki risiko yang terukur.
Jika menilik ke belakang, sepanjang tahun 2025 MUF juga berhasil menorehkan kinerja yang memuaskan. Hal ini tetap tercapai meskipun industri otomotif dan daya beli masyarakat kala itu sedang berada dalam masa pemulihan pasca-tantangan ekonomi.
Kendaraan roda empat secara konsisten menjadi penopang utama yang memberikan kontribusi kuat bagi pertumbuhan perusahaan. Kinerja di segmen ini terbukti sangat tangguh menghadapi fluktuasi pasar yang tidak menentu.
Dapot menekankan bahwa pencapaian tersebut membuktikan ketahanan model bisnis MUF dalam menjaga keberlanjutan usaha. Meskipun daya beli masyarakat masih menghadapi tantangan, perusahaan tetap mampu mempertahankan laju pertumbuhannya.
Lonjakan Pembiayaan Kendaraan Listrik
Salah satu sorotan utama dalam portofolio Mandiri Utama Finance adalah lini pembiayaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Segmen ramah lingkungan ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif dibandingkan lini bisnis lainnya.
Pada sepanjang tahun 2025, angka pembiayaan untuk kendaraan listrik di MUF melonjak hingga hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Kontribusi EV terhadap total pembiayaan kendaraan bermotor perusahaan pun terus merangkak naik.
Dapot menilai fenomena ini sebagai bukti adanya pergeseran gaya hidup konsumen Indonesia menuju mobilitas yang berkelanjutan. Masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Beberapa faktor utama yang mendorong peningkatan minat terhadap kendaraan listrik di Indonesia antara lain adalah:
- Biaya operasional harian yang dinilai jauh lebih efisien dan hemat dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak.
- Pilihan produk kendaraan listrik yang masuk ke pasar otomotif Indonesia kini semakin beragam dari berbagai merek global.
- Kebijakan insentif yang diberikan oleh pemerintah yang membuat harga dan skema kepemilikan kendaraan listrik menjadi lebih kompetitif.
- Pembangunan ekosistem pendukung seperti stasiun pengisian daya yang mulai tersebar luas di berbagai wilayah strategis.
Semakin berkembangnya infrastruktur dan dukungan regulasi di tanah air membuat masyarakat tidak lagi ragu untuk beralih ke EV. MUF pun siap memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui skema pembiayaan yang mudah dan terjangkau.
Menjaga Kualitas Pembiayaan Tetap Sehat
Meskipun mencatatkan pertumbuhan yang pesat, MUF tidak mengabaikan aspek manajemen risiko di semua lini bisnisnya. Perusahaan terus menjaga rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) agar tetap di level aman.
Hingga saat ini, rasio NPF untuk segmen kendaraan listrik maupun konvensional berada pada level yang terus membaik. Angka tersebut tercatat masih berada jauh di bawah rata-rata rasio NPF industri perusahaan pembiayaan di Indonesia.
Sebagai perbandingan, berikut adalah ringkasan data penyaluran pembiayaan di sektor otomotif berdasarkan laporan otoritas terkait:
| Kategori Data | Nilai/Porsi | Keterangan |
|---|---|---|
| Pembiayaan Mobil Baru Nasional | Rp 143,28 Triliun | Data industri per Februari 2026 |
| Porsi Mobil Baru di Multifinance | 26,47% | Kontribusi terhadap total portofolio |
| Pertumbuhan Mobil Baru MUF | 12,35% (YoY) | Hingga periode Maret 2026 |
| Rasio NPF Mandiri Utama Finance | 1,30% | Data per Januari 2026 |
Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa industri multifinance masih sangat bergantung pada sektor roda empat baru. Nilai penyaluran yang mencapai ratusan triliun rupiah menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat akan mobil pribadi masih sangat tinggi.
Dengan kondisi pasar yang tetap prospektif, MUF optimistis dapat terus memacu kinerja sepanjang tahun 2026. Fokus pada pelayanan prima dan inovasi produk pembiayaan menjadi kunci utama perusahaan dalam menghadapi persaingan industri.
Perusahaan juga akan terus memantau perkembangan likuiditas dan suku bunga pasar untuk memastikan beban pendanaan tetap terkendali. Strategi kolaborasi dengan mitra perbankan dan dealer akan semakin diperkuat untuk menjangkau basis nasabah yang lebih luas.