Pakar Ungkap Beda Kesiapan Anak Masuk SD Usia 7 Tahun dan di Bawahnya, Ortu Wajib Tahu Info Terbaru 2026

Pakar Ungkap Beda Kesiapan Anak Masuk SD Usia 7 Tahun dan di Bawahnya, Ortu Wajib Tahu Info Terbaru 2026
Foto: Pakar Ungkap Beda Kesiapan Anak Masuk SD Usia 7 Tahun dan di Bawahnya, Ortu Wajib Tahu Info Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)

Aturan mengenai usia masuk Sekolah Dasar (SD) kini memberikan fleksibilitas bagi anak di bawah usia 7 tahun melalui kebijakan terbaru. Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, calon siswa yang berusia antara 5,6 hingga 6 tahun sudah diperbolehkan untuk mendaftar.

Meski demikian, pihak sekolah tetap diwajibkan untuk memprioritaskan calon siswa yang telah menginjak usia 7 tahun atau lebih. Hal ini dilakukan demi menyesuaikan kapasitas daya tampung sekolah dengan prioritas usia yang dianggap paling matang.

Bagi anak yang masih berusia 5,6 tahun, pendaftaran memerlukan syarat tambahan yang cukup spesifik. Calon siswa tersebut harus terbukti memiliki kecerdasan atau bakat istimewa serta kesiapan psikis yang memadai.

Kesiapan psikis ini tidak bisa dinilai secara sembarangan oleh orang tua. Keterangan resmi dari psikolog profesional atau rekomendasi dewan guru menjadi bukti wajib yang harus dilampirkan.

Perbedaan Kesiapan Berdasarkan Usia

Pakar pendidikan menilai ada perbedaan mendasar antara anak berusia 7 tahun dengan mereka yang masih di bawah usia tersebut. Perbedaan ini tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan, melainkan pada sisi kematangan diri.

Bukik Setiawan, pengamat pendidikan dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan, menjelaskan bahwa faktor utama yang membedakan adalah kematangan neurobiologis. Anak usia 7 tahun umumnya lebih siap secara psikologis dalam menghadapi rutinitas sekolah.

Kemampuan untuk mengatur emosi dan menjaga fokus perhatian berkembang sangat pesat pada rentang usia 5 hingga 7 tahun. Inilah yang membuat anak berusia lebih tua cenderung lebih stabil saat mengikuti pelajaran di kelas.

Bukik juga mengingatkan adanya risiko kelelahan belajar bagi anak yang masuk sekolah dalam usia yang terlalu muda. Hal ini sering terjadi karena sistem pendidikan yang kaku terkadang gagal menyesuaikan dengan tahap perkembangan anak.

Beberapa penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa anak yang masuk sekolah lebih awal cenderung kurang tertarik melanjutkan jalur akademik yang lebih tinggi. Masalahnya bukan pada kemampuan otak, melainkan pada ketidaksesuaian sistem sekolah dengan usia mereka.

Oleh karena itu, fleksibilitas sekolah dalam mengakomodasi berbagai tahap perkembangan anak sangatlah krusial. Jika sekolah tetap kaku, maka siswa yang berusia lebih muda akan menjadi pihak yang paling dirugikan.

Tanda Anak Sudah Siap Bersekolah

Orang tua diimbau untuk tidak hanya terpaku pada aturan administratif atau gengsi semata. Kesiapan sekolah seharusnya dilihat dari perkembangan anak secara menyeluruh, bukan sekadar kemampuan kognitifnya.

Pertanyaan terpenting bagi orang tua adalah apakah sang buah hati sudah mampu menghadapi lingkungan yang terstruktur. Hal ini mencakup kemandirian dan kemampuan berinteraksi dengan orang-orang di luar lingkungan keluarga.

Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi indikator kesiapan anak masuk SD:

  • Mampu mengikuti aktivitas yang terstruktur, seperti duduk tenang dan mendengarkan instruksi tanpa kehilangan kendali diri.
  • Dapat berpisah dengan orang tua tanpa mengalami rasa cemas atau stres yang berlebihan secara terus-menerus.
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi untuk menyampaikan kebutuhan pribadinya kepada orang dewasa selain anggota keluarga.
  • Menunjukkan rasa ingin tahu yang besar, yang ditandai dengan sering bertanya dan gemar melakukan eksplorasi.
  • Sudah mandiri dalam melakukan aktivitas mendasar, mulai dari makan sendiri hingga urusan ke toilet (toilet training).
  • Mampu bersosialisasi dan bermain bersama teman sebaya, termasuk dalam hal berbagi tugas atau mengantre.

Indikator di atas dapat membantu orang tua menilai apakah anak sudah benar-benar siap secara mental dan fisik. Pemahaman yang baik mengenai hal ini akan membantu anak menjalani masa sekolah dengan lebih bahagia.

Sebagai ringkasan, berikut adalah perbandingan kriteria pendaftaran SD berdasarkan regulasi terbaru:

Ringkasan aturan usia pendaftaran SD:

Kategori Usia Status Prioritas Syarat Tambahan
7 Tahun ke Atas Prioritas Utama Sesuai kuota daya tampung sekolah
6 Tahun Diterima Tanpa syarat tes calistung
5,6 - 6 Tahun Diterima Bersyarat Rekomendasi psikolog atau dewan guru

Tabel ini merangkum poin-poin penting dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 mengenai penerimaan murid baru. Orang tua diharapkan dapat mempertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan untuk mendaftarkan anak yang masih di bawah usia 7 tahun.

Artikel terkait

Rekomendasi