Pakar Psikologi UGM: Orangtua Perlu Latih Kemampuan Mendengarkan Anak
MEMBANGUN hubungan yang sehat antara orangtua dan anak di era digital menjadi tantangan tersendiri. Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si, Ph.D., Psikolog, menekankan bahwa kemampuan komunikasi orangtua, terutama dalam hal mendengarkan, perlu terus dilatih secara konsisten.
Menurut Novi, banyak orangtua saat ini tanpa sadar mengalami kendala komunikasi. Hal ini disebabkan oleh ketidakterbiasaan dalam mendengarkan maupun melakukan dialog mendalam dengan orang lain. Fenomena ini diperparah oleh pola komunikasi masyarakat modern yang cenderung singkat, cepat, dan hanya berorientasi pada kebutuhan praktis.
ÔÇ£Kalau kita diajak ngobrol lama atau mendengarkan orang lain lama, kita betah tidak? Itu sebenarnya bisa jadi ukuran,ÔÇØ ujar Novi dalam keterangannya, Rabu (27/5).
Anak Butuh Didengar, Bukan Sekadar Dinasihati
Novi menyoroti kecenderungan orangtua yang terlalu cepat memberikan nasihat atau instruksi sebelum benar-benar memahami perasaan anak. Padahal, kehadiran penuh dan perhatian saat anak bercerita jauh lebih dibutuhkan daripada rentetan solusi instan.
Ia memperingatkan bahwa pola komunikasi yang terlalu didominasi oleh nasihat sepihak dapat membuat anak merasa tidak dipahami. Dampaknya, anak akan enggan untuk terbuka dan merasa rumah bukan lagi menjadi ruang yang aman bagi mereka untuk berekspresi.
ÔÇ£Anak-anak itu tidak butuh dinasihati terus. Mereka butuh didengarkan. Jangan mudah menasihati karena itu menjadikan ruang tidak aman di rumah,ÔÇØ tegasnya.
Melatih Kemampuan Komunikasi
Kabar baiknya, kemampuan mendengarkan adalah keterampilan yang bisa dilatih oleh siapa saja, termasuk orang dewasa. Novi menyarankan latihan sederhana dengan membiasakan diri menyimak cerita orang lain tanpa memotong pembicaraan atau merasa terbebani untuk segera memberi solusi.
| Langkah Latihan | Tujuan |
| ---------------------------------- | ------------------------------------------------------------- |
| Mendengarkan tanpa memotong | Memberikan ruang bagi anak untuk menyelesaikan pemikirannya. |
| Menahan diri memberi solusi instan | Membangun rasa diterima dan dipahami pada anak. |
| Dialog mendalam (Deep Talk) | Melatih kesabaran dan empati dalam berinteraksi. |
| Menjadi teladan (Role Model) | Karena anak cenderung meniru kebiasaan orang tua sehari-hari. |
Novi menutup dengan pesan bahwa perubahan pola komunikasi dalam keluarga harus dimulai dari orang tua (the change starts from the parents). Komunikasi yang hangat dan harmonis tidak dapat terbentuk secara instan, melainkan melalui kesadaran dan latihan yang dilakukan secara konsisten setiap hari. (Ant/Z-1)
- Film Nobody Loves Kay Jadi Jembatan Dialog Anak dan Orangtua 28/5/2026 05:52 Pemain film Nobody Loves Kay, Nurhayati dan Bima Azriel, berharap film ini membuka ruang dialog keluarga terkait mimpi dan pilihan hidup anak.
- Tips Membangun Budaya Membaca pada Anak menurut Psikolog 26/5/2026 09:09 Psikolog Sani B. Hermawan membagikan tips membangun budaya membaca sejak dini, mulai dari membuat sudut baca hingga memilih jenis buku yang tepat bagi anak.
- Pentingnya Regulasi Emosi Sejak Dini: Membangun Literasi Kesehatan Mental di Bangku Sekolah Dasar 19/5/2026 11:55 Tim UPI Sumedang gelar program SEHATI di Tailan untuk tingkatkan literasi kesehatan mental dan regulasi emosi anak sekolah dasar melalui metode interaktif.
- Aktivitas Digital Anak Meningkat, Ini Pentingnya Pemeriksaan Mata Sejak Dini 19/5/2026 05:18 Intensitas penggunaan gadget pada anak meningkatkan risiko gangguan penglihatan. Simak pentingnya pediatric vision screening untuk tumbuh kembang anak.
- Waspada Hipertensi pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Data Terbaru Kemenkes 2026 14/5/2026 20:29 Dokter spesialis jantung dr. Yovi Kurniawati menjelaskan perbedaan penyebab hipertensi anak dan dewasa serta data terbaru Kemenkes terkait kesehatan anak.
- Pengamat: Fenomena ÔÇ£Instant JudgmentÔÇØ di Medsos Picu Salah Persepsi Kasus Figur Publik 11/5/2026 18:41 Pengamat komunikasi menilai fenomena instant judgment di media sosial membuat publik mudah salah persepsi dalam kasus figur publik. Literasi digital dinilai perlu diperkuat di Indonesia.
- Komunikasi Jadi Kunci Kembangkan Bisnis Syariah 23/4/2026 20:38 Owner sekaligus CEO Renner Syariah Nasir mengatakan komunikasi adalah urat nadi bisnis syariah, kata-kata dari seorang leader adalah representasi dari nilai perusahaan.
- Satpol PP DKI Jakarta Bekali Anggota Teknik Public Speaking untuk Cegah Narasi Negatif 23/4/2026 06:22 Sebanyak 100 anggota Satpol PP DKI Jakarta mengikuti pelatihan komunikasi efektif bersama 1Langkah guna meningkatkan pelayanan dan menjaga citra institusi.
- Baznas Punya Peta untuk Hadapi Tantangan Komunikasi Dunia 18/3/2026 17:33 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) punya peta yang jelas di tengah tantangan komunikasi dunia.
- Memperkuat Komunikasi Asertif: Kunci Utama Cegah Perundungan pada Anak 24/1/2026 12:18 Anak-anak harus dibekali dengan kemampuan untuk bersikap asertif. Hal ini bertujuan agar anak mampu menjaga batasan dirinya dalam relasi sosial.