Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang atau yang akrab disapa Oso, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. Oso terlihat mendatangi langsung rumah duka yang berlokasi di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat, untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kabar duka mengenai wafatnya tokoh militer nasional tersebut diterima Oso melalui pihak keluarga serta berbagai pemberitaan di media massa. Setelah mendengar informasi itu, ia segera membatalkan agenda lainnya dan bergegas menuju kediaman almarhum pada Minggu malam, 31 Mei 2026.
Suasana haru tampak sangat terasa di lingkungan rumah duka saat Oso tiba untuk takziah. Kehadiran Oso bertujuan untuk mendoakan almarhum secara langsung serta memberikan dukungan moril kepada keluarga besar yang ditinggalkan.
Oso menceritakan bahwa dirinya baru saja menyelesaikan serangkaian perjalanan jauh dari luar daerah sebelum memutuskan untuk segera berangkat ke Cikeas. Ia mengaku jadwalnya belakangan ini cukup padat dengan berpindah-pindah lokasi dari satu kota ke kota lainnya.
“Ya, saya baru saja sampai dari Kalimantan. Sebelumnya dari Bandung, lalu ke Kalimantan lagi, dan kembali ke Bandung saat momen Idulfitri,” ungkap Oso saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi.
Begitu mendarat dan sampai di kediamannya, Oso tidak menunda waktu untuk langsung bertolak menuju rumah duka Ryamizard Ryacudu. Hubungan emosional yang sangat kuat menjadi alasan utama mengapa ia merasa harus hadir secara pribadi di malam tersebut.
Persahabatan Erat Sejak Masa Muda di Pontianak
Hubungan pertemanan antara Oso dan Ryamizard Ryacudu ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang dan sudah terjalin jauh sebelum keduanya menjadi tokoh publik. Persahabatan mereka bermula sejak masa remaja ketika keduanya masih tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat.
Oso mengenang bahwa ikatan emosional di antara mereka sudah terbangun selama puluhan tahun. Ia bahkan memiliki panggilan akrab khusus untuk almarhum yang menunjukkan betapa dekatnya hubungan pribadi mereka selama ini.
“Saya mengenal beliau ini sejak masih sangat muda, bahkan sebelum beliau memutuskan untuk masuk menjadi anggota tentara. Waktu di Pontianak dulu, meski belum resmi jadi tentara, dia sudah sering terlihat memakai baju loreng,” kenang Oso.
Ia menambahkan bahwa karakter asli Ryamizard sebagai sosok yang tangguh sudah sangat menonjol sejak masa belia. Menurut Oso, almarhum memang sudah dikenal sebagai pemberani dan memiliki pembawaan yang tegas dalam kesehariannya.
“Saya sudah berteman hampir 60 tahun dengan Mijar. Ya, saya memanggilnya Mijar,” lanjut Oso sambil mengenang masa-masa awal persahabatan mereka di tanah kelahiran.
Ketegasan dan keberanian yang dimiliki Ryamizard dianggap Oso sebagai fondasi utama yang mengantarkan almarhum menjadi salah satu tokoh besar dalam sejarah militer di Indonesia. Karakter tersebut tetap konsisten ia tunjukkan hingga akhir hayatnya.
Sosok Sahabat yang Sangat Setia
Selain dikenal karena ketegasannya, Oso mengungkapkan bahwa Ryamizard Ryacudu merupakan figur sahabat yang memiliki tingkat loyalitas yang luar biasa tinggi. Almarhum disebut sebagai orang yang sangat menjaga nilai-nilai persahabatan dengan siapa pun yang ia percayai.
Oso tidak menampik bahwa almarhum memang memiliki kepribadian yang cukup selektif dalam memilih lingkaran pertemanan. Namun, sekali seseorang menjadi temannya, Ryamizard akan menjadi sosok yang sangat setia dan peduli.
“Dia memang bukan tipe orang yang mudah akrab atau gampang berteman dengan sembarang orang. Tapi kalau sudah jadi teman, dia itu sangat-sangat setia dan punya jiwa solidaritas yang kuat sebagai sahabat,” jelas mantan Ketua DPD RI tersebut.
Kedekatan Oso ternyata tidak hanya terbatas pada sosok almarhum secara pribadi, melainkan juga merambah hingga ke seluruh anggota keluarga besar Ryamizard. Ia mengaku sudah menganggap keluarga almarhum seperti keluarganya sendiri.
Beberapa fakta mengenai kedekatan Oso dengan keluarga besar almarhum adalah sebagai berikut:
- Oso mengenal sangat baik seluruh lingkaran keluarga inti maupun keluarga besar almarhum Ryamizard Ryacudu.
- Ia memiliki hubungan komunikasi yang lancar dengan adik-adik almarhum, termasuk salah satunya yang bernama Riamor.
- Kepergian almarhum meninggalkan kekosongan emosional yang mendalam bagi Oso mengingat panjangnya durasi persahabatan mereka.
- Oso terus memberikan dukungan moril kepada istri dan anak-anak almarhum selama masa berduka ini.
Penjelasan tersebut menggambarkan betapa luasnya cakupan hubungan baik yang telah dipupuk Oso bersama keluarga besar Ryacudu selama puluhan tahun. Kehilangan ini dirasakan bukan hanya sebagai kehilangan rekan sejawat, melainkan kehilangan saudara dekat.
Doa dan Penghormatan Terakhir
Meskipun merasa sangat sedih, Oso berusaha untuk mengikhlaskan kepergian sang jenderal. Ia menyadari bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali ke pangkuan Sang Pencipta sesuai dengan takdir yang telah ditentukan.
Oso juga mengajak semua pihak untuk ikut mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Baginya, warisan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara akan selalu diingat oleh masyarakat Indonesia.
“Kita semua pada akhirnya akan kembali kepada pencipta kita. Jadi, mari kita doakan bersama agar beliau ditempatkan di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala yang paling mulia. Amin,” ucapnya dengan penuh haru.
Saat ditanya mengenai penyebab medis atau kronologi sebelum Ryamizard wafat, Oso mengaku belum mendapatkan informasi yang mendalam. Ia mengatakan bahwa fokus utamanya saat itu adalah memberikan penghormatan terakhir dan menemui pihak keluarga.
“Mengenai penyakitnya, saya belum tahu secara detail. Saya baru akan bertemu dan bertanya langsung kepada istri serta anak-anaknya di dalam rumah duka nanti,” tutup Oso mengakhiri pembicaraan.
Ringkasan informasi mengenai wafatnya Ryamizard Ryacudu berdasarkan pernyataan Oso:
| Informasi Utama | Detail Penjelasan |
|---|---|
| Lokasi Takziah | Kediaman almarhum di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat. |
| Waktu Kedatangan | Minggu malam, 31 Mei 2026, setelah perjalanan dari luar kota. |
| Durasi Pertemanan | Sudah terjalin selama kurang lebih 60 tahun sejak di Pontianak. |
| Sifat Almarhum | Dikenal sebagai sosok pemberani, tegas, dan sangat setia kawan. |
| Agenda Lanjutan | Melakukan pertemuan keluarga untuk menyampaikan duka secara privat. |
Tabel di atas merangkum poin-poin penting dari kunjungan Oso ke rumah duka serta gambaran singkat mengenai hubungan erat yang selama ini mereka bina. Kehadiran tokoh-tokoh nasional lainnya juga diharapkan terus mengalir untuk memberikan penghormatan kepada almarhum yang dikenal sebagai prajurit tulen.
Ryamizard Ryacudu sendiri meninggal dunia pada usia 76 tahun dan meninggalkan jejak pengabdian yang panjang di dunia militer serta pemerintahan Indonesia. Kepergiannya menjadi duka kolektif bagi banyak tokoh politik dan petinggi militer di tanah air.