MSCI Rombak Indeks Mei 2026 Keluarkan AMMN hingga BREN

MSCI Rombak Indeks Mei 2026 Keluarkan AMMN hingga BREN
Foto: Ilustrasi MSCI Rombak Indeks Mei 2026 Keluarkan AMMN hingga BREN.

Morgan Stanley Capital International (MSCI) secara resmi merilis hasil tinjauan berkala atau index review untuk periode Mei 2026. Keputusan ini diumumkan pada Rabu (13/5/2026) oleh lembaga penyedia indeks global asal Amerika Serikat tersebut.

Dilansir dari Money, terdapat enam saham yang dikeluarkan dari daftar MSCI Global Standard Indexes dalam rebalancing kali ini. Langkah ini akan memengaruhi komposisi portofolio investor institusi yang mengacu pada indeks tersebut.

Daftar saham yang didepak meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Pelepasan ini menandai perubahan signifikan dalam peta kekuatan saham blue chip di bursa.

Selain ketiga emiten tersebut, MSCI juga mengeluarkan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Namun, AMRT mendapatkan perlakuan berbeda dibandingkan lima emiten lainnya.

Meski tidak lagi menghuni Global Standard Indexes, MSCI Inc. memutuskan untuk memindahkan posisi saham AMRT ke dalam MSCI Small Cap Indexes. Perpindahan ini menunjukkan adanya penyesuaian klasifikasi kapitalisasi pasar terhadap pengelola ritel Alfamart tersebut.

Di sisi lain, perombakan pada MSCI Small Cap Indexes justru menelan korban lebih banyak dengan mengeluarkan 13 saham sekaligus. Beberapa di antaranya adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Bank Alandin Syariah Tbk (BANK).

Emiten properti dan industri lainnya juga tidak luput dari penghapusan, seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) juga keluar dari daftar ini.

Daftar penghapusan dari kategori kapitalisasi kecil ini berlanjut pada PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dan PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC). Emiten sawit pun terdampak melalui PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG).

Seluruh perubahan komposisi indeks ini tidak langsung berlaku saat pengumuman dilakukan. Penyesuaian akan diimplementasikan setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 mendatang.

Secara efektif, daftar terbaru dari MSCI ini mulai berlaku pada 1 Juni 2026. Para manajer investasi global diperkirakan akan mulai menyesuaikan posisi kepemilikan saham mereka sebelum tanggal efektif tersebut untuk mengikuti bobot indeks yang baru.

Artikel terkait

Rekomendasi