Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra memberikan tanggapan resmi mengenai momen keakraban antara Presiden RI sekaligus Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, dengan Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri.
Keduanya tampak sangat dekat saat menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin lalu.
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengungkapkan bahwa pemandangan tersebut merupakan bukti nyata dari hubungan harmonis yang terjalin di antara kedua tokoh nasional tersebut.
Bahtra menjelaskan bahwa Prabowo dan Megawati sebenarnya telah memiliki ikatan emosional yang kuat sejak lama, sehingga komunikasi di antara mereka selalu berjalan dengan sangat baik.
"Kedua tokoh bangsa tersebut memiliki kedekatan emosional dan persahabatan yang kuat, sehingga komunikasi dan silaturahmi di antara mereka tetap terjaga dengan baik demi kepentingan bangsa dan negara," tutur Bahtra dalam pernyataan resminya.
Sosok yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini menilai bahwa kebersamaan tersebut membawa dampak positif bagi iklim politik di Indonesia.
Ia menambahkan bahwa sikap rukun yang ditunjukkan oleh para pemimpin merupakan hal penting, terutama saat dunia sedang menghadapi ketidakpastian kondisi geopolitik saat ini.
Komentar Bahtra Banong mengenai pentingnya persatuan pemimpin nasional:
- Para pemimpin bangsa menunjukkan sikap guyub dan kebersamaan di tengah tantangan global yang tidak mudah.
- Hal ini krusial mengingat dinamika geoekonomi dan geopolitik dunia yang sedang penuh dengan ketidakpastian.
- Persatuan para tokoh besar memberikan rasa tenang dan stabilitas bagi masyarakat luas.
Poin-poin di atas menekankan betapa signifikannya simbol kebersamaan antara Prabowo dan Megawati bagi ketahanan nasional di mata internasional.
Bahtra juga mengutarakan kebanggaannya terhadap gaya kepemimpinan Prabowo Subianto yang selalu menjunjung tinggi rasa hormat kepada para pendahulu bangsa.
Menurutnya, sikap menghargai pemimpin terdahulu sudah menjadi ciri khas Prabowo sejak dulu dan tetap dipertahankan hingga ia menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Prabowo dinilai sebagai pemimpin yang selalu mengedepankan semangat gotong royong serta persatuan demi mempercepat pembangunan bangsa ke arah yang lebih baik.
Momen spesial antara kedua tokoh ini terekam jelas di hadapan sejumlah mantan Wakil Presiden dan pejabat tinggi negara lainnya sesaat setelah upacara berakhir.
Setelah menjalankan tugas sebagai inspektur upacara, Prabowo langsung menghampiri barisan tamu kehormatan untuk bersalaman dengan para pejabat yang hadir di lokasi.
Prabowo kemudian mendekati Megawati Soekarnoputri serta dua mantan Wakil Presiden RI, yakni Jusuf Kalla dan Ma'ruf Amin, sebelum mereka bergerak menuju area dalam Gedung Pancasila.
Ada kejadian menarik saat mereka hendak masuk, di mana Prabowo dengan sopan mempersilakan Megawati untuk berjalan terlebih dahulu di depannya.
Namun, Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut sempat menolak dan justru meminta Prabowo sebagai Presiden saat ini untuk mengambil langkah lebih awal.
Kronologi singkat momen keakraban Prabowo dan Megawati di Gedung Pancasila:
| Waktu Kejadian | Aksi yang Dilakukan |
|---|---|
| Selesai Upacara | Prabowo menyalami para pejabat dan menghampiri Megawati, Jusuf Kalla, serta Ma'ruf Amin. |
| Pintu Masuk Gedung | Prabowo dan Megawati sempat saling mempersilakan untuk berjalan lebih dulu sebagai bentuk hormat. |
| Momen Puncak | Megawati mengulurkan tangannya yang kemudian disambut Prabowo untuk berjalan bersama sambil bergandengan tangan. |
Tabel di atas menggambarkan urutan kejadian yang menunjukkan betapa cairnya hubungan antara dua pimpinan partai besar tersebut di ruang publik.
Setelah sempat saling tidak mau mengalah karena rasa hormat, Megawati akhirnya mengulurkan tangannya ke arah Prabowo yang langsung disambut dengan hangat.
Keduanya pun terlihat berjalan berdampingan sambil bergandengan tangan menuju bagian dalam gedung, menciptakan suasana yang penuh kekeluargaan dan kesejukan.
Meskipun acara tersebut dihadiri oleh banyak tokoh penting, terlihat bahwa Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono tidak tampak hadir dalam daftar tamu undangan.
Selain itu, Presiden ketujuh RI Joko Widodo juga terpantau tidak menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan di Kementerian Luar Negeri tersebut.
Momen gandengan tangan antara Prabowo dan Megawati ini pun seketika menjadi sorotan publik dan dinilai sebagai pesan persatuan yang kuat bagi seluruh rakyat Indonesia.