Hasil survei terbaru Morgan Stanley menunjukkan minat investor individu terhadap investasi berkelanjutan melonjak hingga 92 persen di wilayah Amerika Utara, Eropa, dan Asia Pasifik pada Februari dan Maret 2026. Angka ini mencatatkan kenaikan dari tahun sebelumnya yang berada pada posisi 88 persen.
Laporan bertajuk "Sustainable Signals: Individual Investors 2026" tersebut, sebagaimana dilansir dari Lestari, mengonfirmasi bahwa harapan terhadap keuntungan finansial menjadi pendorong utama di balik tren ini. Sebanyak 80 persen responden menempatkan performa investasi sebagai alasan primer ketertarikan mereka.
Survei yang melibatkan 2.250 investor tersebut mengungkap bahwa 55 persen responden kini masuk dalam kategori sangat tertarik. Pertumbuhan signifikan terjadi di Eropa dengan lonjakan minat sebesar 11 persen, sementara di Asia Pasifik tingkat ketertarikan mencapai 93 persen.
Meskipun minat tumbuh, alokasi dana aktual dalam portofolio investor mengalami sedikit penurunan dari 33 persen menjadi 31 persen. Kendati demikian, dua pertiga investor menyatakan rencana untuk menambah modal mereka dalam 12 bulan mendatang karena melihat kinerja keuntungan yang positif.
Hambatan investasi juga terpantau meningkat dengan 32 persen investor menyatakan kekhawatiran terhadap praktik greenwashing. Selain itu, sekitar 30 persen responden mengeluhkan kurangnya transparansi serta rendahnya kepercayaan terhadap integritas data yang dilaporkan oleh perusahaan.
Terkait sektor pilihan, sebanyak 36 persen investor memprioritaskan tujuan lingkungan dan sosial. Bidang lain yang menjadi sorotan meliputi pemberdayaan ekonomi (31 persen), kesehatan (30 persen), serta aksi penanganan perubahan iklim (26 persen).
Jessica Alsford, Kepala Bidang Keberlanjutan dan Ketua Institut Investasi Berkelanjutan di Morgan Stanley, memberikan penjelasan mengenai motivasi para pemodal tersebut dalam laporan hasil survei ini.
"Survei Sustainable Signals terbaru kami menunjukkan bahwa keuntungan finansial tetap menjadi alasan utama mengapa investor individu tertarik pada investasi berkelanjutan. Mereka ingin mendapatkan hasil yang setara dengan pasar sekaligus memberikan dampak nyata bagi dunia," ungkap Jessica Alsford, Kepala Bidang Keberlanjutan dan Ketua Institut Investasi Berkelanjutan di Morgan Stanley.
Data lebih lanjut menunjukkan bahwa 64 persen investor kini mulai melirik peluang besar di pasar privat dibandingkan bursa saham publik. Peralihan ini didorong oleh keinginan untuk memperluas variasi investasi serta memberikan dukungan langsung terhadap berbagai inovasi baru di sektor keberlanjutan.