Michael Burry Sebut Euforia Kecerdasan Buatan Mirip Gelembung Dot-com

Michael Burry Sebut Euforia Kecerdasan Buatan Mirip Gelembung Dot-com
Foto: Ilustrasi Michael Burry Sebut Euforia Kecerdasan Buatan Mirip Gelembung Dot-com.

Investor Michael Burry memberikan peringatan keras bahwa lonjakan pasar saham akibat euforia kecerdasan buatan atau AI saat ini mulai mengikuti pola fase akhir gelembung dot-com akhir 1990-an. Hal tersebut disampaikan melalui unggahan di Substack pada Jumat (8/5/2026) sebagaimana dilansir dari Money.

Burry, yang meraih popularitas setelah memprediksi krisis perumahan Amerika Serikat tahun 2008, menilai perhatian para investor saat ini sudah terlalu terpusat secara tidak rasional pada sektor kecerdasan buatan.

"AI benar-benar tanpa henti. Tidak ada yang membicarakan hal lain sepanjang hari," tulis Burry, dilansir CNBC.

Analisis tersebut didasarkan pada pengamatan bahwa indeks saham tetap merangkak naik meski data ekonomi menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Pada hari yang sama, indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi meski sentimen konsumen sedang anjlok tajam.

"Saham tidak naik atau turun karena pekerjaan atau sentimen konsumen," tulis Burry.

Dia menambahkan bahwa kenaikan harga saham saat ini lebih didorong oleh momentum belaka dibandingkan data ekonomi yang fundamental.

"Saham terus naik karena memang sudah terus naik. Berdasarkan tesis dua huruf yang semua orang pikir mereka pahami. ... Terasa seperti bulan-bulan terakhir gelembung 1999-2000," lanjut dia.

Indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) mencatat kenaikan lebih dari 10 persen dalam sepekan terakhir dan telah melonjak sekitar 65 persen sepanjang tahun 2026. Angka ini mencerminkan antusiasme investor terhadap perusahaan yang memproduksi chip untuk AI generatif.

Kekhawatiran mengenai valuasi pasar yang melambung tinggi ini juga diamini oleh investor miliarder Paul Tudor Jones yang menyandingkan kondisi saat ini dengan situasi satu tahun sebelum pecahnya gelembung teknologi tahun 2000.

"Bayangkan saja pasar saham naik lagi 40 persen," kata Jones.

Meskipun melihat potensi reli masih bisa berlanjut singkat, Jones menekankan risiko koreksi besar yang bisa mengejutkan pasar global.

"Rasio kapitalisasi pasar saham terhadap produk domestik bruto (PDB) mungkin akan mencapai 300 persen hingga 350 persen. Anda tahu akan ada beberapa koreksi yang sangat mengejutkan," lanjut dia.

Artikel terkait

Rekomendasi