Peristiwa amblesnya Jalan Raya Lenteng Agung di Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengungkap sejumlah fakta baru terkait kondisi infrastruktur di bawah tanah. Sebuah lubang besar dengan panjang sekitar 16 meter menganga di jalur yang mengarah ke Depok tersebut.
Kejadian ini sempat memicu kepadatan arus lalu lintas yang cukup parah di sekitar lokasi akibat adanya penyempitan jalur. Kendaraan dari arah Jakarta menuju Depok terpaksa mengantre karena sebagian besar badan jalan tidak dapat dilintasi oleh para pengguna jalan.
Insiden Kendaraan Terperosok di Lubang Raksasa
Insiden ini tidak hanya menghambat kelancaran lalu lintas, tetapi juga memakan korban di lokasi kejadian. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan sempat terperosok ke dalam lubang jalan yang menganga tersebut.
Momen jatuhnya pemotor tersebut terekam oleh kamera pengawas (CCTV) dan kemudian menjadi viral di berbagai platform media sosial. Selain itu, sebuah truk milik Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan juga mengalami nasib serupa.
Truk yang sedang bertugas mengangkut puing-puing bangunan tersebut ikut terperosok di titik yang sama saat proses penanganan sedang berlangsung. Rentetan kejadian ini menunjukkan betapa tidak stabilnya kondisi permukaan jalan di wilayah Lenteng Agung tersebut.
Penyebab Utama Kerusakan Jalan
Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, amblesnya jalan raya ini diduga kuat dipicu oleh kerusakan pada saluran air atau drainase lama. Struktur got di bawah jalan tersebut dikabarkan sudah mengalami kerusakan parah sehingga tidak mampu lagi menahan beban berat di atasnya.
Struktur drainase yang sudah berumur tua dan rapuh menyebabkan tanah di sekitarnya ikut merosot ke bawah secara perlahan. Hal inilah yang pada akhirnya berdampak langsung pada runtuhnya permukaan aspal hingga membentuk lubang raksasa yang membahayakan warga.
Rincian dimensi lubang yang terbentuk di Jalan Raya Lenteng Agung:
- Lebar lubang: Mencapai sekitar 3 meter di permukaan jalan.
- Kedalaman lubang: Diperkirakan sedalam 3 meter dari permukaan aspal.
- Panjang area ambles: Membentang sekitar 16 meter di sepanjang jalur utama.
Data mengenai dimensi lubang ini disampaikan secara resmi oleh Kasatpel SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, pada Jumat (29/5/2026). Pengukuran ini dilakukan untuk menentukan langkah penanganan teknis yang paling tepat bagi perbaikan infrastruktur tersebut.
Kronologi Deteksi Kerusakan Sebelum Ambles
Sebelum peristiwa ambles total terjadi, titik jalan tersebut sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sejak beberapa hari sebelumnya. Pihak Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengaku sudah menerima informasi awal dari warga pada Rabu malam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas SDA dan Bina Marga segera melakukan survei lapangan bersama pada Kamis pagi. Namun, saat itu kerusakan yang terlihat di permukaan jalan barulah berupa aspal yang bergelombang atau tidak rata.
Tim dari Bina Marga pun sempat melakukan upaya penanganan darurat dengan meratakan aspal menggunakan teknik pengaspalan ringan. Selain itu, petugas juga telah memasang rambu-rambu peringatan agar pengendara lebih waspada saat melintasi area tersebut.
Sartono menjelaskan bahwa awalnya penambalan aspal diharapkan bisa membuat jalur tersebut tetap aman untuk dilalui sementara waktu. Sayangnya, karena jalan tersebut merupakan akses utama, beberapa rambu peringatan bahkan sempat tertabrak oleh pengendara.
Kondisi struktur bawah tanah yang ternyata sudah "kopong" atau kosong menyebabkan aspal tersebut akhirnya runtuh sepenuhnya pada Kamis malam. Petugas mengakui kesulitan melakukan inspeksi dini karena kondisi saluran bawah tanah yang terus dialiri air.
Faktor Usia Konstruksi dan Cuaca
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, mengonfirmasi bahwa kerusakan ini berkaitan erat dengan usia infrastruktur. Saluran air yang berada di bawah badan jalan Lenteng Agung merupakan konstruksi lama yang sudah menurun kualitasnya.
Selain faktor usia, intensitas hujan yang tinggi belakangan ini juga turut mempercepat penurunan kondisi konstruksi tersebut. Air hujan yang meresap melemahkan struktur penyangga jalan sehingga tidak kuat lagi menahan beban lalu lintas harian yang sangat padat.
Langkah-langkah penanganan yang diambil oleh Pemprov DKI Jakarta:
- Pengamanan Lokasi: Pemasangan plat baja sementara di atas area yang berisiko agar bisa dilalui kendaraan secara terbatas.
- Pemasangan Pembatas: Penggunaan water barrier di sekitar lubang untuk mencegah kendaraan terperosok kembali.
- Perbaikan Permanen: Pengerjaan fisik secara menyeluruh dijadwalkan dilakukan pada malam hari.
- Koordinasi Lintas Dinas: Kerja sama intensif antara Dinas Bina Marga dan Dinas SDA untuk pembenahan total drainase.
Langkah penanganan permanen sengaja dipilih pada malam hari untuk menghindari kemacetan yang lebih parah bagi masyarakat. Fokus petugas pada siang hari adalah membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas yang sempat terkendala oleh penutupan sebagian lajur.
Laporan dari Suku Dinas Bina Marga
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, memaparkan rincian koordinasi timnya sejak pertama kali menerima laporan. Menurutnya, informasi pertama datang dari warga dan petugas PPSU pada Rabu, 27 Mei 2026 malam, yang menyebutkan ada jalan ambles cukup dalam.
Tim segera turun ke lokasi pada Kamis pagi untuk melakukan tindakan preventif dengan menambal jalan menggunakan material coldmix. Namun, koordinasi langsung dilakukan dengan pihak SDA karena sumber masalah utama bukan pada aspal, melainkan pada sistem saluran air.
Hasil pantauan tim teknis di lapangan memastikan bahwa kondisi tanah di bawah lapisan aspal sudah benar-benar kosong atau berongga. Fenomena ini yang dalam istilah teknis disebut sebagai kondisi "kopong," yang memerlukan penanganan struktur bawah tanah yang lebih serius.
Meski sudah dipasang pembatas pada sore hari, tekanan beban dari kendaraan yang melintas membuat kerusakan meluas secara cepat. Menjelang Kamis malam, kerusakan tersebut telah memakan hampir dua lajur jalan utama sehingga penanganan total harus segera dieksekusi.
Data ringkasan penanganan kerusakan Jalan Lenteng Agung:
| Waktu Kejadian | Status Kerusakan | Tindakan Petugas |
|---|---|---|
| Rabu Malam | Laporan awal jalan ambles cukup dalam | Penerimaan laporan warga dan PPSU |
| Kamis Pagi | Permukaan aspal mulai bergelombang | Survei bersama dan penambalan coldmix |
| Kamis Sore | Muncul retakan baru dan lubang melebar | Pemasangan water barrier dan pengamanan |
| Kamis Malam | Ambles total di dua lajur jalan | Penutupan jalur dan persiapan perbaikan permanen |
Tabel di atas merangkum bagaimana progres kerusakan jalan terjadi hingga menyebabkan gangguan total di jalur arah Depok. Pihak berwenang mengimbau agar pengendara tetap berhati-hati dan mematuhi instruksi petugas selama proses pemulihan infrastruktur berlangsung.
Dinas SDA DKI Jakarta saat ini tengah memfokuskan perbaikan pada bagian crossing saluran air yang menjadi pemicu amblesnya jalan. Masyarakat diharapkan bisa mencari jalur alternatif guna menghindari potensi antrean kendaraan selama pengerjaan konstruksi berlangsung di lokasi tersebut.