Kembalinya boy group global BTS ke atas panggung memberikan dampak signifikan bagi industri pariwisata Korea Selatan. Lonjakan wisatawan mancanegara pada Maret lalu bahkan dilaporkan telah melampaui angka kunjungan sebelum pandemi Covid-19.
Dilansir dari Detik Travel, data Korea Tourism Organization menunjukkan lebih dari 2,04 juta wisatawan asing mengunjungi Korea Selatan sepanjang Maret. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 26,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan data Maret 2019, terdapat peningkatan kunjungan sebesar 33,2 persen. Gelombang besar penggemar K-pop yang hadir untuk menyaksikan konser comeback BTS di Seoul menjadi pemicu utama kenaikan drastis tersebut.
Wisatawan asal China tercatat sebagai penyumbang kunjungan terbesar dengan total sekitar 501.000 orang. Di posisi berikutnya, turis asal Jepang mencapai 482.000 kunjungan selama periode tersebut.
Pertumbuhan signifikan juga datang dari wilayah lain, di mana turis asal Taiwan mencapai 192.000 orang dan Amerika Serikat sebanyak 152.000 orang. Sementara itu, kunjungan dari Vietnam tercatat berada di angka 75.000 wisatawan.
Kenaikan kunjungan dari Taiwan melonjak hingga 95 persen jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi. Turis Amerika Serikat juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 80,9 persen, diikuti Vietnam yang meningkat 59,3 persen.
Durasi Kunjungan dan Pengeluaran Turis Meningkat
Konser BTS yang digelar di kawasan Gwanghwamun, Seoul, tidak hanya mendatangkan banyak orang, tetapi juga memperlama durasi tinggal wisatawan. Hal ini berdasarkan analisis dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea.
Rata-rata turis yang datang demi menonton konser menghabiskan waktu sekitar 7 hingga 8 hari di Korea Selatan. Durasi ini lebih lama dibandingkan wisatawan reguler yang biasanya hanya berkunjung selama 6 hari.
Dari sisi ekonomi, pengeluaran mereka mencapai rata-rata 3,53 juta won, lebih tinggi dari belanja wisatawan umum. Fenomena serupa terlihat pada konser tiga hari di Goyang yang meningkatkan transaksi belanja hingga 38 kali lipat.
Strategi Ekspansi Destinasi Berbasis Budaya
Pemerintah Korea Selatan kini mulai mengoptimalkan popularitas Hallyu, mulai dari musik, drama, film, hingga game untuk memperluas sektor wisata. Destinasi wisata kini direncanakan tidak hanya berfokus pada wilayah Seoul saja.
Salah satu langkah nyata adalah rencana rangkaian acara penyambutan wisatawan selama dua minggu di Busan. Agenda ini akan dilaksanakan bertepatan dengan jadwal konser BTS selanjutnya di kota tersebut.
Strategi masa depan akan lebih menekankan pada pengembangan wisata berbasis pengalaman budaya yang lebih luas. Pemerintah berharap wisatawan mengeksplorasi berbagai sisi budaya Korea agar dampak ekonomi tersebar ke berbagai daerah.