Komisi Eropa tengah menyiapkan regulasi baru yang memungkinkan penumpang memesan perjalanan kereta api internasional menggunakan satu tiket untuk berbagai operator berbeda. Rencana kebijakan ini diungkapkan pada Jumat (15/5/2026) guna menyederhanakan mobilitas lintas negara di kawasan tersebut.
Dilansir dari Detik Travel, aturan ini memfasilitasi pengguna untuk merencanakan, membandingkan, serta membeli tiket perjalanan antarnegara anggota Uni Eropa hanya melalui satu kali transaksi digital. Kebijakan ini merupakan langkah untuk mengintegrasikan layanan transportasi di 27 negara anggota.
Komisioner Transportasi dan Pariwisata Berkelanjutan Uni Eropa, Apostolos Tzitzikostas, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut bertujuan memperkuat hak dan kemudahan bagi para pelancong di seluruh wilayah Eropa.
"Kebebasan bergerak adalah salah satu pencapaian terbesar Eropa. Hari ini kami membawanya selangkah lebih maju dengan membuat perjalanan di 27 negara anggota menjadi lebih mudah, lebih pintar, dan lebih ramah bagi penumpang," kata Apostolos Tzitzikostas, Komisioner Transportasi dan Pariwisata Berkelanjutan Uni Eropa.
Sistem digital yang terintegrasi diharapkan dapat memusatkan seluruh kebutuhan perencanaan perjalanan dalam satu platform saja. Selain kemudahan akses, regulasi ini juga dirancang untuk memperkuat jaminan perlindungan bagi para pengguna jasa kereta api.
"Kebebasan bergerak adalah salah satu pencapaian terbesar Eropa. Hari ini kami membawanya selangkah lebih maju dengan membuat perjalanan di 27 negara anggota menjadi lebih mudah, lebih pintar, dan lebih ramah bagi penumpang," kata Apostolos Tzitzikostas, Komisioner Transportasi dan Pariwisata Berkelanjutan Uni Eropa.
Berdasarkan draf aturan tersebut, penumpang yang tertinggal kereta sambungan akan tetap mendapatkan perlindungan meski menggunakan operator yang berbeda. Mereka berhak dipindahkan ke jadwal keberangkatan berikutnya tanpa biaya tambahan hingga mendapatkan kompensasi keterlambatan.
Operator juga diwajibkan menyediakan bantuan logistik seperti makanan atau akomodasi penginapan jika penumpang terpaksa menginap karena kendala jadwal. Di sisi lain, platform penjualan tiket online besar wajib menampilkan semua opsi perjalanan yang tersedia, termasuk dari perusahaan kompetitor.
Pemerintah Uni Eropa menekankan pentingnya transparansi pasar agar operator baru memiliki kesempatan yang sama dalam menjual tiket. Perusahaan kereta juga akan diminta untuk membuka penjualan tiket secara daring minimal lima bulan sebelum tanggal keberangkatan.
Saat ini, usulan aturan tersebut masih dalam tahap pembahasan di tingkat Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa. Implementasi secara resmi di seluruh negara anggota baru akan dilakukan setelah proposal tersebut mendapatkan persetujuan dari kedua lembaga tersebut.